BN Kuasai 24 Kursi Parlemen
Warga Malaysia berduyun-duyun menuju ke bilik suara dan sekitar 80% dari 13,3 juta jumlah pemilih terdaftar memberikan hak
KUALALUMPUR - Warga Malaysia berduyun-duyun menuju ke bilik suara dan sekitar 80% dari 13,3 juta jumlah pemilih terdaftar memberikan hak suaranya pada pemilu ke-13 yang digelar negara jiran itu, Minggu (5/5). Hasil perhitungan sementara, koalisi Barisan Nasional (BN) pimpinan Najib Razak, dilaporkan meraih 24 kursi parlemen.
Jumlah pemilih yang ikut menggunakan hak suaranya untuk memilih anggota parlemen dalam pemilu ke-13 Malaysia, kemarin, seperti dilansir The Star, merupakan jumlah terbesar dalam sejarah pemilu di negara tersebut.
Berdasarkan hasil resmi yang dilansir Kantor Berita Bernama, Barisan Nasional (BN) memenangkan 24 kursi parlemen, sementara Parti Tindakan Demokratik (DAP) memenangkan enam kursi di parlemen. Sementara, dari sumber tak resmi, Parti Keadilan Rakyat (PKR) mengklaim Pakatan Rakyat (PR) berhasil mempertahankan 38 dari 56 kursi. PR merupakan koalisi dari tiga partai oposisi yaitu, Parti Keadilan Rakyat (PKR), Parti Tindakan Demokratik (DAP), dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS).
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sangat yakin jika koalisi BN bakal memenangkan pemilu yang memperebutkan 222 kursi parlemen itu, meski mendapatkan tantangan berat dari oposisi sejak independen dari Inggris pada 1957.
Sementara pemimpin oposisi dari tiga koalisi partai, Anwar Ibrahim, berharap dengan kondisi BN yang sedang berjuang menghadapi tekanan serta banyaknya skandal akan memberikan kekuatan oposisi untuk mencaplok pemerintahan.
Dalam akun Twitter-nya, Anwar Ibrahim mengatakan, PR telah memenangkap Pemilu Malaysia kali ini. “PR telah memenangkannya,” ujarnya, seperti dikutip dari Thestarmalaysia.com.
Bersamaan dengan itu, Ia juga mengancam komisi pemilu Malaysia (EC), dan UMNO untuk tidak membajak hasil Pemilu. “Kami mendesak UMNO dan EC tidak membajak hasil Pemilu,” katanya.
Meski demikian, sampai berita ini diturunkan pukul 21.00 waktu Malaysia atau 22.00 WIB malam tadi, perhitungan resmi komisi pemilu (KPU) Malaysia belum diumumkan, sehingga peluang kedua partai masih sama.(ap/bernama/tribunnews/ask)