Tafakur
Membanggakan Kekayaan
Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia
“Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: `Semoga saja kita mempunyai (harta) seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar’” (QS. Al-Qashash: 79).
Harta kekayaan bisa merubah pandangan dan memikat hati. Yang anehnya, orang-orang kaya yang hartanya berasal dari korupsi atau kejahatan lainnya pun, kini dimuliakan. Padahal secara tidak disadari, memuliakan orang-orang seperti ini adalah bagian dari proses melestarikan kejahatan dan secara tidak langsung ikut mendorong orang lain untuk berharap melakukan hal yang sama. Ditambah lagi dengan perilaku pemilik kekayaan yang secara sengaja memamerkan miliknya.
Dalam Alquran diterangkan bagaimana memikatnya hati orang-orang di zaman dahulu ketika menyaksikan Qarun keluar dari kediamannya membawa kekayaannya untuk dipamerkan di hadapan khalayak ramai. Sebahagian orang yang menyaksikannya, langsung terpikat dengan kekayaan Qarun. Bukan sekedar terpikat, tetapi juga berandai-andai semoga bisa memiliki harta seperti Qarun. Padahal mereka mengetahui bagaimana buruknya perilaku Qarun dalam memperoleh hartanya.
Bukan hanya di zaman dulu, di zaman sekarang pun demikian. Ada orang seperti Qarun, yang suka menampak-nampakkan dan membangga-banggakan kekayaannya, meskipun itu harta haram. Disadari atau tidak, itu sama artinya dengan mengajak orang lain untuk meniru kejahatannya. Sehingga wajar, bila kepadanya diberikan dosa berlimpah dan berlanjut.