Jumat, 28 November 2014
Serambi Indonesia

Air Bah Terjang Aceh Tengah

Selasa, 7 Mei 2013 08:25 WIB

Air Bah Terjang Aceh Tengah
SERAMBI/MAHYADI
Ruas jalan Takengon-Nagan Raya, tepatnya di Dusun Skep, Kampung Genting Gerbang, Kecamatan Silih Nara, sepanjang 200 meter lebih amblas digerus air Senin (6/5) dini hari. Akibatnya ruas jalan itu putus total dan tidak bisa dilalui kendaraan.
* Lintas Takengon-Nagan Raya Putus Total

TAKENGON - Air bah (banjir bandang) dan tanah longsor menerjang sejumlah desa dalam tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah, Senin (6/5) dini hari. Lokasi bencana tersebar di Kecamatan Celala, Rusip Antara, dan Silih Nara.

Di Kecamatan Celala, ada sembilan lokasi banjir bandang dan tanah longsor. Satu jembatan antar-kampung di kecamatan itu putus total. Selain itu, ruas jalan sepanjang 200 meter di Dusun Skep, Kampung Genting Gerbang, Kecamatan Silih Nara amblas. Ruas jalan di lintasan Takengon-Nagan Raya via Angkup itu putus total.

Di Kecamatan Silih Nara, satu jembatan di Terang Engon juga putus total dihantam air bah. Sedangkan di Kecamatan Rusip Antara, terjadi tanah longsor namun belum diketahui kerugian yang ditimbulkan.

Dampak lain dari musibah banjir bandang di Aceh Tengah, puluhan murid SDN 8 Celala, gagal mengikuti UN karena putusnya jembatan menuju sekolah mereka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Sahrial Apri menyebutkan, pihaknya masih mendata dampak banjir di wilayah itu. Namun, data sementara tercatat 28 rumah warga Kecamatan Celala terendam. Satu di antaranya rusak parah dan satu menasah hanyut.

Melihat kondisi cuaca yang masih diguyur hujan deras, lanjut Sahrial, pihaknya melalui para camat mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di lokasi bencana untuk tetap siaga karena hujan deras masih mengguyur. Imbauan siaga itu dilakukan melihat masih adanya potensi terjadi banjir maupun tanah longsor karena masih tingginya intensitas hujan. “Di beberapa kampung di Kecamatan Celala, masih kami tetapkan sebagai kawasan siaga darurat karena melihat kondisi hujannya,” kata Kepala BPBD Aceh Tengah.

Seorang anggota DPRK Aceh Tengah, Bardan Sahidi, usai melihat lokasi kejadian menyimpulkan, banjir bandang yang menerjang sejumlah titik di Kecamatan Celala dipastikan akibat adanya kerusakan hutan (deforestasi) di hulu daerah aliran sungai Alur Kuyun dan Wihni Celala. “Ini bisa kita lihat dari bongkahan kayu gelondongan, log, material bebatuan dan tanah endapan lumpur yang ikut terbawa air bah,” kata Bardan.

Pihaknya meminta Pemkab Aceh Tengah melalui BPBD untuk memprioritaskan bantuan untuk korban bencana. “Kita khawatir melihat cuaca saat ini yang berpotensi terjadinya banjir dan longsor susulan. BPBD dan pihak terkait lainnya harus sigap dan tanggap,” tandas Bardan Sahidi.(c35)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas