• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Hakim Vonis IRT 15 Bulan Penjara

Rabu, 8 Mei 2013 10:17 WIB
* Kasus Penipuan Bisnis Tupperware

BANDA ACEH - Masih ingat perkara penipuan oleh seorang ibu rumah tangga (IRT) di Banda Aceh, Fitri (27) yang mengajak para korban berbisnis jual beli kebutuhan rumah tangga, seperti tupperware  dengan keuntungan berlipat ganda? Kemarin, Fitri divonis 15 bulan penjara atas kasus penipuan yang heboh pada Februari 2012 itu.

Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh dalam sidang terakhir tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, Mairia Efita Ayu SH pada sidang sebelumnya, yaitu dua tahun penjara.

Kemarin, sebelum sampai pada putusan ini, Hakim Ketua Makaroda Hafat MH dibantu hakim anggota Mukhtar Amin SH dan Ainal Mardhiah membacakan fakta hukum terungkap di persidangan sesuai keterangan korban, saksi, dan terdakwa pada sidang sebelumnya.

Intinya, pada 7 Januari 2012 sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa menghubungi korban (pelapor) yang juga seorang anggota polisi. Fitri meyakinkan korban bahwa saat itu banyak orang pesan barang, termasuk tupperware dan dalam waktu tiga hari modal serta keuntungannya akan dikembalikan. Tertarik dengan tawaran tersebut, dua hari kemudian korban menjumpai terdakwa untuk menyerahkan modal Rp20 juta.

Terdakwa berjanji akan mengembalikan modal tersebut dalam waktu tiga hari serta menyerahkan keuntungan kepada anggota polisi ini Rp 10 juta. Namun, hingga jatuh tempo terdakwa tak juga membayar uang tersebut serta keuntungan seperti dijanjikan. Terdakwa beralasan bisnis ini sedang macet. Fitri kembali meminta waktu kepada korban lima hari lagi dan berjanji menambah keuntungan Rp 10 juta, tetapi kenyataannya hingga kini menurut korban pinjaman darinya Rp 20 juta serta keuntungan belum dibayar.

Namun, menurut terdakwa modal anggota polisi ini serta saksi korban lainnya sudah dikembalikan, hanya keuntungan yang tak sesuai seperti dijanjikannya. Hakim Makaroda juga merincikan nama korban lainnya, yaitu Tasniah, Ema Juliana, Nuraida, Yusnidar, dan Syukri. Namun hakim tak menyebut nilai kerugian mereka karena ini perkara pidana yang sanksinya hukuman penjara, bukan digugat secara perdata yang sanksinya membayar ganti rugi.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam dakwaan pertama melanggar Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Menghukum terdakwa 15 bulan penjara dikurangi masa dalam tahanan,” baca Makaroda.

Terdakwa yang mengenakan jilbab serta rompi tahanan menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari untuk mempertimbangkan menerima atau menolak putusan ini dengan mengajukan banding ke Pegadilan Tinggi (PT) Banda Aceh. Begitu juga pengacarnya Denny Agustriarman SHI yang dalam pembelaan dan duplik meminta majelis hakim membebaskan kliennya karena ini perkara perdata menyangkut utang piutang, bukan perkara pidana. JPU Mairia yang menuntut terdakwa dua tahun penjara juga menyatakan pikir-pikir terhadap putusan ini. (sal)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
188574 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas