Tafakur
Hamba Kekuasaan
Binasalah hamba dinar, dirham, kain tebal dan sutra. Jika diberi maka ia ridha jika tak diberi maka ia tak ridha
“Binasalah hamba dinar, dirham, kain tebal dan sutra. Jika diberi maka ia ridha jika tak diberi maka ia tak ridha” (HR. Bukhari).
Kekuasaan kini begitu dahsyat memikat, apalagi pada kekuasaan terdapat ‘getah” lain berupa uang dan ketenaran. Wajar bila bermunculan orang-orang yang dengan segala cara mengejarnya. Namun, sebahagiannya menjadi hamba kekuasaan semata, seperti dilihat dari tanda-tandanya.
Pertama, sebelum mendapatkannya, hamba kekuasaan lebih mementingkan upaya meraih atau mempertahankan kekuasaan, meskipun harus mengorbankan penghambaannya kepada Allah. Berbuat curang untuk menjegal atau bahkan membunuh orang yang dianggap lawan pun tega dilakukan, asalkan bila memuluskan jalannya menuju tangga kekuasaan.
Kedua, setelah mendapatkannya, hamba kekuasaan menyalahgunakannya untuk memuaskan hawa nafsu. Akibatnya, keinginan untuk menjaga amanah dikalahkan oleh keinginan kuat untuk membela kepentingan pribadi.
Semoga di negeri kita, para penguasa adalah pejuang-pejuangn kebaikan. Yaitu, berkuasa untuk berjuang untuk menegakkan agama Allah, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.