Senin, 31 Agustus 2015

Masuk 100 Masjid Terindah di Indonesia

Jumat, 10 Mei 2013 10:03

Masuk 100 Masjid Terindah di Indonesia
Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat

Masjid yang terletak di pusat Kota Meulaboh ini mempunyai luas perkarangan 5,2 hektare dan luas bangunan 3.500 meter dan bisa menampung sekitar 7.000 jamaah. Dana pembangunan Masjid ini terkumpul dari sumbangan masyarakat, anggaran pemerintah baik kabupaten dan provinsi, serta sumber-sumber lainnya.

Masjid Baitul Makmur dibangun dua lantai yang arsitekturnya dirancang dengan konsep terbuka, transparan, sejuk, dan dikelilingi  pagar. Proses pembangunannya dilakukan secara bertahap sehingga pada masa Bupati Aceh Barat dijabat Drs HT Rosman sudah dapat dibangun bangunan induk namun belum dapat digunakan sebagai sarana ibadah. Pembangunan kembali dilanjutkan pada pemerintahan Bupati Aceh Barat dijabat Drs H Nasruddin MSi.

Shalat Jumat perdana dilaksanakan pada 21 Juli 2000, saat itu bertindak sebagai imam Tgk Nazaruddin dan khatib Prof DR Rusydi Ali Muhammad (saat itu menjabat sebagai Dekan Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh). Setelah itu secara resmi kegiatan shalat lima waktu di Masjid mulai diaktifkan.

Sebelumnya, pada tanggal 17 Juli 2000M, untuk memperkuat memakmurkan masjid disamping memberdayakan pembangunan fisik dibentuk Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dengan ketua H Nyak Ali Umar SH (sekda saat itu). Pembangunan masjid terus dilanjutkan dari kepemimpinan lama kepada yang baru oleh Bupati H Ramli MS dengan memperindah menara, membangun pagar, dan pintu gerbang. Saat inipembangunan masjid dilanjutkan oleh Bupati HT Alaidinsyah.

Pemberiaan nama untuk masjid ini sempat muncul beberapa masukan. Bahkan, hasil musyawarah Dewan Majelis Indonesia Kabupaten Aceh Barat mencatat beberapa nama yang pernah direkomendasikan untuk Masjid ini antara lain “Al-Hilal”, Al-Achsan”, Al-Huriyah”, “Darussalam”. Bahkan AA Gym juga pernah menawarkan sebuah nama untuk masjid kebanggaan masyarakat ini bernama “Qalbin Salim”. Namun nama-nama yang pernah muncul itu tidak satu pun melekat sehingga pada tahun 2008 dengan persetujuan Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Aceh Barat maka ditetapkan surat keputusan bupati nomor 894/2008 dengan nama masjid Baitul Makmur sebagai masjid Kabupaten Aceh Barat.

Ketua panitia pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Drs Hasan Abdullah mengatakan, pembangunan masjid milik masyarakat dan Pemkab Aceh Barat terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan masterplan yang sudah dirancang. Selain itu, kata Hasan, Masjid Agung Baitul Makmur kini masuk 100 masjid terindah di Indonesia. Yaitu dalam bukunya Teddy Djokrosaputro Aryananda dengan penerbit PT Andalan Media pada Agustus 2011 setebal 209 halaman disebutkan ada 100 masjid terindah di Indonesia, untuk Aceh masuk dua masjid, yakni Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh.

Ia mengaku terpilihnya Masjid Baitul Makmur masuk dalam 100 masjid terindah di Indonesia merupakan kebanggaan masyarakat dan Pemkab dan diharapkan apa yang sudah diraih dapat terus dipertahankan. Selain itu kata Hasan yang juga Asisten II Pemkab Aceh Barat ini, dalam kompleks masjid juga memiliki fasilitas pendidikan dengan adanya Madrasah Tsunawaiyah Nurul Falah, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Diniyah, TK Al-quran, dan TPQ. (rizwan)  

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas