Banjir Tunda MTQ Aceh Singkil
Banjir dan badai melanda wilayah Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, sejak Jumat (10/5) dini hari
Awalnya, Jumat (10/5) malam kemarin, MTQ akan dibuka hingga sepekan ke depan. Namun ditunda sampai 18 Mei mendatang hingga cuaca kembali normal. “Panitia menggelar rapat mendadak memutuskan MTQ yang sedianya dibuka malam Sabtu ditunda sampai tanggal 18 mendatang. Penundaan itu, setelah mempertimbangkan faktor cuaca,” kata Roswin, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Aceh Singkil.
Menurut Roswin, buruknya cuaca yang melanda daratan dan lautan, mengakibatkan rombongan kafilah asal Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat tidak bisa berangkat. Panitia menunda pelaksanaan MTQ, guna mencegah hal tidak diinginkan. “Kalau hujan saja mungkin masih bisa dipaksakan, tapi ini angin kencang dan banjir. Rombongan dari Pulau Banyak menyatakan tidak bisa berangkat akibat ombak besar,” ujarnya.
Camat Singkil, Deny Oskandar mengatakan, hampir seluruh wilayah ibukota Aceh Singkil itu tergenang banjir. Rendaman air bah, disebabkan meluapnya sungai, hujan, serta diperparah masuknya musim pasang purnama laut. Banjir merendam rumah penduduk, fasilitas umum, sekolah dan jalan. “Sejauh ini, warga belum ada yang mengungsi, kami terus melakukan pemantauan,” kata Deny.
Sejauh ini, transportasi Singkil-Rimo, di kawasan jembatan Ujung Bawang, tetap lancar. Kendati dikawasan itu terendam banjir dengan ketinggian sekitar 25 centi meter. “Kampung kami terendam banjir, yang jadi masalah aktivitas terganggu karena tidak bisa kemana-kemana,” kata Mansur warga Peabumbung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Sulaiman mengatakan, akibat badai sedikitnya 15 pohon cemara di sekitar Pantai Pulau Sarok, yang menjadi arena pelaksanaan MTQ tumbang. Pohon itu, menimpa tenda yang akan dijadikan tempat jualan para pedagang ketika pelaksanaan MTQ, serta jembatan kayu. “Badai sekitar pukul 03.00 WIB, mengakibatkan pohon tumbang, tapi tidak ada korban karena masih kosong,” kata Sulaiman.
Terkait bantuan masa panik untuk korban banjir, Sulaiman menyatakan, sedang diupayakan dapat disalurkan segera. “Sejauh ini, hasil pendataan tidak ada korban akibat banjir, angin kencang dan ombak. Kami terus memantau ke lapangan,” jelasnya.
Hingga berita ini, disusun hujan dengan intensitas sedang terus mengguyur. Ketinggian banjir menjelang malam diperkirakan akan meningkat. Hal itu, disebabkan terjadinya pasang air laut. (c39)
Desa terparah banjir
* Rantau Gedang
* Teluk Rumbia
* Suka Makmur
* Siti Ambia
* Ujung Bawang