Selasa, 9 Juni 2026

Nelayan Abdya Hilang di Laut

Angin kencang disertai hujan deras yang melanda Aceh Barat Daya (Abdya) sejak Kamis lalu mengakibatkan gelombang tinggi

Tayang:
Editor: hasyim

* Tiga Bagan Tenggelam

BLANGPIDIE - Angin kencang disertai hujan deras yang melanda Aceh Barat Daya (Abdya) sejak Kamis lalu mengakibatkan gelombang tinggi di perairan kabupaten itu. Seorang nelayan dilaporkan hilang dan tiga bagan (perahu apung) hancur dihantam ombak besar.

Seorang nelayan yang hilang diketahui bernama Budianto (24) warga Desa Pantai Perak, Kecamatan Susoh, Jumat (10/5). Budianto diperkirakan hanyut setelah bagan yang ditumpanginya karam di tengah laut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Abdya, Jusbar kepada Serambi, Jumat (10/5) mengatakan, angin kencang disertai hujan deras yang melanda Abdya, sejak Kamis hingga Jumat (10/5) memicu tingginya gelombang laut di perairan Samudera Hindia. Menurutnya, akibat penomena alam itu, tiga unit perahu apung milik nelayan setempat dilaporkan hancur dan tenggelam diterjang ombak besar. Tiga perahu apung yang tenggelam tersebut, yakni perahu apung milik Hamdi, Julizar, dan Sawiyah.

Saat peristiwa itu terjadi ketiga perahu dijaga oleh anggota untuk membuang air yang masuk ke dalam lambung. Namun karena ombak terlalu tinggi, para anggota bagan tersebut kalah cepat dengan air yang masuk, sehinga mengakibatkan perahu karam. Melihat lambung perahunya semakin dipenuhi air, para awak yang ada di dalam bagan tersebut langsung meloncat ke laut dengan menggunakan pelampung seadanya.

Dari penjaga tiga bagan tersebut, hanya Budianto penumpang perahu apung milik Julizar yang tidak muncul ke permukaan. Sementara sejumlah lainnya selamat dan kini ditampung di satu bagan lainnya yang berdekatan dengan lokasi kejadian. “Belum terdata nama-nama awak bagan yang selamat dari terjang ombak itu,” kata Jusbar.

 Ardiansyah ditemukan
Sementara, seorang nelayan yang dilaporkan hilang akibat diterjang
badai bersama perahunya Kamis (9/5) lalu di kawasan perairan Seumayam, sudah ditemukan dalam keadaan selamat di salah satu bagan milik warga, Jumat (10/5) siang.

Ardiansyah yang dilaporkan hanyut Kamis (9/5) siang saat sedang memancing ikan di perairan Seumayam, sudah ditemukan dengan selamat di salah satu perah apung yang berlabuh di perairan Surien, Jumat sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi ditemukannya warga Desa Padang Baru, Susoh, itu setelah salah seorang awak perahu apung memberitahukan peristiwa itu kepada keluarga korban. Mendapat laporan tersebut, pihak keluarga bersama masyarakat dan Polisi Airud yang sedang melakukan pencarian Budianto, awak perahu apung yang karam langsung menuju lokasi untuk melakukan penjemputan.

Ardiansyah yang diseret arus bersama perahunya itu diperkirakan sempat terkantung-katung selama empat jam di laut lepas sebelum dibantu awak perahu apung yang berlabuh di tengah laut peraian Surien. Sementara perahu robin yang ditumpanginya belum ditemukan.

Juhar, ayah kandung Ardiansyah saat dibesuk di kediamannya di Desa Padang Baru, mengatakan, sebelum hilang korban sempat menelpon dan mengirimkan SMS memberitahukan bahwa mesin perahunya rusak di perairan Seumayam. Bahkan saat itu ia juga meminta ayahnya untuk menjemput, karena gelombang diperairan itu sangat tinggi.

Namun ketika sang ayah akan mengabarkan kembali sedang mencari boat bantuan, saat itu juga handphone korban tidak bisa dihubungi lagi. “Saya sangat emas takut terjadi sesuatu, karena ketika dihubungi HP nya tidak aktif lagi,” ujarya sembari memperlihatkan SMS yang di kirim anaknya itu. “Alhamdulillah anak saya selamat. Kini sedang dalam perjalanan pulang melalui perairan Lama Muda, Kuala Batee,” katanya. (az)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved