Status Seulawah Agam Normal
Tim tersebut sudah memantau dan mengevaluasi sejak Februari sampai 6 Mei 2013
* Kawah Simpago tak Berasap Lagi
BANDA ACEH - Tim Badan Geologi Bandung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengumumkan secara resmi penurunan status Gunung Api Seulawah Agam di Kabupaten Aceh Besar, dari Waspada menjadi Normal, sejak 8 Mei 2013. Penurunan status ini menyusul tak ada lagi asap yang keluar dari Kawah Simpago.
“Tim tersebut sudah memantau dan mengevaluasi sejak Februari sampai 6 Mei 2013. Pengamatan terakhir pada April, Kawah Simpago Gunung Api Seulawah Agam yang terletak di Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, tak lagi mengeluarkan asap,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Ir Said Ikhsan kepada Serambi, Jumat (10/5).
Said Ikhsan menambahkan, informasi aktivitas Gunung Api Seulawah Agam telah menurun secara alamiah, sehingga statusnya pun diturunkan menjadi Normal, disampaikan melalui surat oleh Kepala Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kementerian ESDM, Dr Surono, kepada Gubernur Aceh, Bupati Aceh Besar dan Kepala BNPB.
Didampingi Kabid Geologi, Ir Akmal, Said mengatakan, pengamatan visual dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Lambaro Tunong, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. Berdasarkan pengataman dan catatan pada sesmograf di pos tersebut, sejak Februari hingga Mei jumlah gempa vulkanik dan tektonik terus menunjukkan penurunan.
Sebagai catatan, status Gunung Api Seulawah Agam dinyatakan Waspada sejak 3 Januari 2013, karena aktivitas Kawah Simpago meningkat. Namun, kini statusnya telah diturunkan menjadi Normal. Sebelumnya, pada 2010, status Gunung Api Seulawah Agam juga dinyatakan Waspada setelah terjadi gempa vulkanik, 1 September 2010. Pada 11 Juli 2011 atau 10 bulan kemudian, statusnya diturunkan lagi menjadi Normal.(her)