Selasa, 9 Juni 2026

TPA Blang Awe Timbulkan Masalah Baru

Pansus DPRK Pidie Jaya, menemukan beberapa masalah baru akibat dari pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Tayang:
Editor: hasyim
MEUREUDU - Pansus DPRK Pidie Jaya, menemukan beberapa masalah baru akibat dari pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu. Selain tak ada izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), bendungan bak sampah yang telah difungsikan sejak tahun 2012 lalu itu kini juga telah jebol dan retak-retak, sehingga air sampah merembes ke pemukiman warga.

Ketua Komisi D DPRK Pijay, Mumfizar Zakaria kepada Serambi mengatakan, pembangunan TPA yang menggunakan dana APBN 2011 lalu yang dikerjakan 2012 itu sebesar Rp 5,8 miliar itu telah menimbulkan berbagai persoalan. Disebutkan, dalam satu tahun terakhir, sejumlah permasalah yang dihadapi warga sekitar lingkungan TPA yaitu, bendungan bak sampah TPA itu mulai retak dan malah pada suatu sisi telah jebol.

Sehingga, tambah Mumfizar, tumpukan material sampah serta air yang tertampung dalam bak tersebut mulai merembes ke pemukiman warga dengan menebar bau yang tidak sedap. Menurut Mumfizar, sejak awal pembangunan fasilitas pembuangan sampah di wilayah kebupaten pemekaran itu tanpa melengkapi Amdal, meski telah difungsikan selama hampir satu tahun lebih. “Temuan Pansus di lokasi, tidak tertutup kemungkinan proyek tersebut sarat dengan masalah mulai pengadaan tanah, administrasi serta pelaksanaan proyek,”ujarnya.

Dikarenakan pembangunan tersebut tidak memberikan kenyamanan bagi warga, pihaknya mendesak agar beberapa penyimpangan proyek ini dapat diusut secara hukum oleh aparat Kepolisian. “Hal ini diperlukan agar setiap pembangunan yang dibangun bisa memberikan dampak mamfaat besar bagi daerah penerima,”katanya.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pidie Jaya, Drs Sulaiman Ajie kepada Serambi, Kamis (9/5) mengatakan, pembangunan TPA Blang Awe, awalnya pernah diperbaiki oleh pihak rekanan pelaksana dari provinsi, dan kita akan chek kembali apakah kerusakan selama ini akibat bencana alam atau bukan. “Kami tetap mengusulkan dana perbaikan kembali agar ingkungan penduduk tidak tercemar,”pungkas Sulaiman Ajie.(c43)

masalah yang timbul

* Bendungan bak sampah telah retak dan jebol
* Sampah sampah serta air kotor berserak dan mencemari
  lingkungan penduduk
* Warga juga mengeluhkan bau tidak sedap dari bersumber dari TPA itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved