A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

L-300 Masuk Jurang, 2 Tewas - Serambi Indonesia
Senin, 24 November 2014
Serambi Indonesia

L-300 Masuk Jurang, 2 Tewas

Minggu, 12 Mei 2013 10:02 WIB

L-300 Masuk Jurang, 2 Tewas
SERAMBI/KHALIDIN
WARGA bersama tim SAR mengevakuasi jenazah penumpang L-300 yang terjun ke jurang di Jalan Nasional Aceh-Sumut, kawasan Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Sabtu (11/5).
* Lima Lainnya Hilang

SUBULUSSALAM - Satu unit mobil penumpang L-300 dari perusahaan CV DR Himpak (Dairi Raya Himpunan Masyarakat Pakpak) terjun ke jurang sedalam lebih 30 meter di kawasan Kedabuhen, Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Sabtu (11/5) pagi. Dua penumpangnya ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Lae Kombih sedangkan lima lainnya--termasuk sopir--masih dalam pencarian.

Dua penumpang yang ditemukan tewas adalah Rina Hartina (23), mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi yang merupakan penduduk Jalan Pelawis, Desa Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Seorang lainnya juga berjenis kelamin perempuan diperkirakan berusia 37 tahun namun belum diketahui identitasnya. “Baru dua korban ditemukan, keduanya tewas, sedangkan lima lainnya masih dalam pencarian,” kata Yudiansyah, petugas SAR kepada Serambi, tadi malam.

Menurut informasi, L-300 DR Himpak dengan nomor 802 yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dhien, Kota Subulussalam ini mengangkut enam penumpang dari Medan menuju Subulussalam pada Jumat malam. Diperkirakan, mobil yang disopiri Mandulesa Bancin (40), penduduk Sibande, Pakpak Bharat, Sumatera Utara itu terjun ke jurang pada Sabtu pagi namun baru diketahui menjelang siang atau sekitar pukul 11.00 WIB. Warga bersama tim SAR langsung melakukan upaya pencarian korban yang hilang termasuk armadanya.

Hingga pukul 17.00 WIB, kemarin, dua dari tujuh penumpang ditemukan tewas sedangkan lima lainnya masih hilang. Warga dan tim SAR menemukan korban di aliran Sungai Lae Kombih.

Menurut Yudiansyah, sekitar pukul 16.30 WIB sesosok mayat wanita berusia 37 tahun ditemukan hanyut mengapung di aliran Sungai Lae Kombih yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian. Mayat tersebut ditemukan oleh warga yang sedang memancing ikan di sungai tersebut.

Berselang setengah jam, tim SAR kembali menemukan sesosok mayat lainnya yang juga perempuan yang dikenali bernama Rina Hartina berusia 23 tahun. Kedua jenazah dalam kondisi setengah telanjang itu ditemukan secara berdekatan.

Hingga pukul 19.00 WIB, ratusan warga dan aparat kepolisian bersiaga di jembatan Sungai Lae Kombih, Desa Dasan Raja menunggu bila mana ada mayat yang hanyut. Beberapa unit ambulance juga disiapkan di sana. Turut melakukan pencarian relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Subulussalam.

Tadi malam pencarian dihentikan sementara. Debit air Sungai Lae Kombih terus bertambah dan diperparah lagi hujan yang terus mengguyur daerah tersebut. Hingga berita ini diturunkan tadi malam, belum diketahui penyebab pasti musibah tragis itu.(kh)

Maut Berulang di Kedabuhen

BERDASARKAN catatan Serambi, kawasan Kedabuhen, Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam--lintas Sumut-Aceh--merupakan salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas yang sudah berulangkali merenggut korban nyawa. Lintasan itu berada di pebukitan dengan dinding tebing dan jurang menganga dengan kedalaman antara 30-80 meter.

Jika kendaraan melaju dari arah Medan (Sumut) ke Subulussalam (Aceh), di sisi kanannya terdapat tebing terjal yang rawan longsor. Angka kecelakaan di kawasan Kedabuhen atau sepanjang jalan Sidikalang-Subulussalam cukup tinggi. Musibah yang menimpa L-300 DR Himpak pada Sabtu pagi kemarin semakin memperpanjang daftar korban.

Pada tahun 2007, tepatnya Rabu pagi, 14 November, bertaut lima kilometer dari lokasi kejadian L-300 DR Himpak, satu unit mobil Suzuki APV hitam BK 1064 HN dari Medan ke Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, terperosok ke dalam jurang sedalam 60 meter di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjungmeriah, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jehe (STTUJ), Kabupaten Pakpak Barat, Sumut.  Insiden tersebut mengakibatkan enam penumpang tewas.

Sebelumnya, tahun 2006, satu unit mobil Suzuki Cary membawa pasien hamil, juga terjun bebas ke jurang Nanjombal, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Barat, Sumut dan menewaskan empat penumpang. Tragis, memang.(kh)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas