Sabtu, 23 Mei 2015

L-300 Masuk Jurang, 2 Tewas

Minggu, 12 Mei 2013 10:02

L-300 Masuk Jurang, 2 Tewas
SERAMBI/KHALIDIN
WARGA bersama tim SAR mengevakuasi jenazah penumpang L-300 yang terjun ke jurang di Jalan Nasional Aceh-Sumut, kawasan Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Sabtu (11/5).

SUBULUSSALAM - Satu unit mobil penumpang L-300 dari perusahaan CV DR Himpak (Dairi Raya Himpunan Masyarakat Pakpak) terjun ke jurang sedalam lebih 30 meter di kawasan Kedabuhen, Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Sabtu (11/5) pagi. Dua penumpangnya ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Lae Kombih sedangkan lima lainnya--termasuk sopir--masih dalam pencarian.

Dua penumpang yang ditemukan tewas adalah Rina Hartina (23), mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi yang merupakan penduduk Jalan Pelawis, Desa Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Seorang lainnya juga berjenis kelamin perempuan diperkirakan berusia 37 tahun namun belum diketahui identitasnya. “Baru dua korban ditemukan, keduanya tewas, sedangkan lima lainnya masih dalam pencarian,” kata Yudiansyah, petugas SAR kepada Serambi, tadi malam.

Menurut informasi, L-300 DR Himpak dengan nomor 802 yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dhien, Kota Subulussalam ini mengangkut enam penumpang dari Medan menuju Subulussalam pada Jumat malam. Diperkirakan, mobil yang disopiri Mandulesa Bancin (40), penduduk Sibande, Pakpak Bharat, Sumatera Utara itu terjun ke jurang pada Sabtu pagi namun baru diketahui menjelang siang atau sekitar pukul 11.00 WIB. Warga bersama tim SAR langsung melakukan upaya pencarian korban yang hilang termasuk armadanya.

Hingga pukul 17.00 WIB, kemarin, dua dari tujuh penumpang ditemukan tewas sedangkan lima lainnya masih hilang. Warga dan tim SAR menemukan korban di aliran Sungai Lae Kombih.

Menurut Yudiansyah, sekitar pukul 16.30 WIB sesosok mayat wanita berusia 37 tahun ditemukan hanyut mengapung di aliran Sungai Lae Kombih yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian. Mayat tersebut ditemukan oleh warga yang sedang memancing ikan di sungai tersebut.

Berselang setengah jam, tim SAR kembali menemukan sesosok mayat lainnya yang juga perempuan yang dikenali bernama Rina Hartina berusia 23 tahun. Kedua jenazah dalam kondisi setengah telanjang itu ditemukan secara berdekatan.

Hingga pukul 19.00 WIB, ratusan warga dan aparat kepolisian bersiaga di jembatan Sungai Lae Kombih, Desa Dasan Raja menunggu bila mana ada mayat yang hanyut. Beberapa unit ambulance juga disiapkan di sana. Turut melakukan pencarian relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Subulussalam.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas