Warga Aceh Selatan Masih Mengungsi
Banjir luapan yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan sejak Jumat (10/5) hingga Minggu (12/5) dilaporkan mulai surut. Kendati demikian
TAPAKTUAN – Banjir luapan yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan sejak Jumat (10/5) hingga Minggu (12/5) dilaporkan mulai surut. Kendati demikian, warga lima kecamatan yang menjadi korban banjir hingga kemarin masih bertahan di tenda pengungsian, tempat ibadah dan rumah-rumah yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Aceh Selatan, Drs Yahya Azmar MM, yang dikonfirmasi Serambi, Minggu (12/5) mengungkapkan, titik pengungsian korban banjir di Aceh Selatan terdapat di sembilan kecamatan, yakni di Kecamatan Kluet Timur, Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Selatan, Trumon Timur, Bakongan, Bakongan Timur, Kota Bahagia serta Trumon Tengah.
“Di sembilan kecamatan tersebut ada yang mengungsi di tenda, ada yang di masjid, ada juga yang mengungsi di tempat-tempat ibadah atau rumah warga yang lebih tinggi. Pantauan kami, hingga pukul 13.43 WIB sebagian mereka masih bertahan di pengungsian. Sedangkan sebagian kecamatan banjirnya sudah mulai surut,” papar Yahya Azmar via telpon selulernya.
Ditanya jumlah pengungsi di sembilan kecamatan tersebut, Yahya Azmar menjelaskan, total pengungsi sebanyak 9.420 KK dengan jumlah jiwa 32.628 orang. “Korban banjir tersebut tersebar di beberapa gampong dalam sembilan kecamatan dimaksud. Demikian juga dengan bantuan sebagian sudah kita salurkan dan sebagian lagi kita tuntaskan hari ini,” pungkasnya.
Pantauan Serambi, hingga pukul 13.46 WIB suasana mendung masih menyelimuti sebagian kawasan dalam wilayah Aceh Selatan. Diperkirakan, jika hujan kembali mengguyur kawasan tersebut maka banjir luapan tersebut bakal kembali terjadi, sebab selama banjir tersebut berlangsung tidak ada upaya pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi banjir susulan tersebut, yang ada hanya penyaluran bantuan, evakuasi korban banjir dan perbaikan jembatan rusak dan tanah rongsor.(tz)
Masuk Skala Penanganan Provinsi
BANJIR luapan yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan, sejak Jumat (10/5/2013) hingga Minggu (12/5/2013) kemarin dinilai menjadi skala penanganan Pemerintah Provinsi. Sebab selain banyaknya korban yang mengungsi, kerugian yang diakibat oleh kejadian itu juga dinilai lebih besar ketimbang kabupaten lain.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir yang berlangsung di Pendopo bupati setempat, Sabtu (12/5/2013) sore kemarin.
“Persoalan banjir di Aceh Selatan ini sebenarnya masuk dalam skala penanganan provinsi. Sebab jumlah korbannya mencapai 10.480 KK dengan jumlah jiwa 41.958 orang serta menyeluruh terjadi di seluruh kecamatan yang tersebar di Kabupaten Aceh Selatan,” papar Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Aceh Selatan, Drs Yahya Azmar MM dalam paparannya dalam rapat dimaksud.(tz)