A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

MA tak Berpendapat Soal Bendera Aceh - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Serambi Indonesia

MA tak Berpendapat Soal Bendera Aceh

Rabu, 15 Mei 2013 12:15 WIB
MA tak Berpendapat Soal Bendera Aceh
SERAMBI/FIKAR W EDA
Gubernur menghadiahi sebilah rencong kepada Ketua MA, Hatta Ali.
JAKARTA - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali menyatakan, pihaknya tidak dalam posisi memberikan pendapat terhadap Qanun No 3 Tahun 2013 tentang Lambang dan Bendera.

“Ini pertemuan silaturrahmi. Kami tidak sedang memberi pendapat karena kami adalah lembaga yudikatif,” kata Hatta Ali menjawab Serambi seusai menerima kunjungan Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah di Gedung MA, Jakarta, Selasa (14/5).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh M Nasir Djamil, serta pimpinan dan anggota Komisi A DPRA. Sementara Gubernur didampingi Asisten I Setda Aceh Iskandar A Gani.

Ketua MA Hatta Ali mengatakan pertemuan tersebut berlangsung sangat baik dan akrab. Hatta Ali mengatakan dirinya pernah bertugas di Sabang selama enam tahun.

Gubernur Zaini Abdullah mengatakan hal serupa bahwa pertemuan tersebut lebih bersifat silaturahmi. “Sembari itu saya sampaikan mengenai proses pembahasan qanun bendera, dan kita harapkan ada pemahaman,” kata Gubernur.

Ketua MA Hatta Ali hanya memesankan agar terus mencari solusi terbaik antara Aceh dan Jakarta terhadap adanya perbedaan persepsi terhadap qanun tersebut. “Kita dianjurkan agar mencari solusi sebaik-baiknya,” kata Gubernur.

Pertemuan berlangsung di ruang pertemuan Ketua MA yang baru selesai direnovasi. Ketua MA Hatta Ali didampingi pimpinan MA lainnya. Gubernur Zaini Abdullah menyerahkan sebilah rencong dengan sarungnya yang mengkilap  sebagai cinderamata kepada Ketua MA.

Sebelum bertemu Ketua MA, Gubernur dan rombongan sempat menyambangi Prof Hakim Nya’ Pha, salah seorang Hakim Agung berasal dari Aceh, di ruang kerjanya. Dalam pertemuan ini, keduanya juga mendiskusikan tentang Qanun Wali Nanggroe, Qanun Lambang dan Bendera Aceh, Peraturan Pemerintah dan Perpres turunan UUPA yang belum juga tuntas.

Turut hadir Ketua Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh Nasir Djamil, Asisten I Iskandar A Gani, Kepala Biro Hukum Adrian, serta Ketua dan anggota Komisi A DPR Aceh.

Ketua Forbes Nasir Djamil melukiskan pertemuan antara Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Ketua MA Hatta Ali tersebut sangat komunikatif dan akrab. “Ketua MA respek terhadap persoalan Qanun Bendera. Tapi kan MA tidak dalam memberi pendapat. Hanya menyarankan agar meningkatkan kualitas komunikasi antara Aceh dan Jakarta,” ujarnya.(fik)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas