• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Mati Syahid

Rabu, 15 Mei 2013 10:00 WIB
Oleh Jarjani Usman

“Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia mati syahid. Siapa saja yang terbunuh karena membela keluarganya, nyawanya, atau agamanya, maka ia mati syahid” (HR. Abu Dawud).

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati, tetapi hanya insan terpilih yang memperoleh kesempatan mati syahid.  Seperti meninggal dunia dalam keadaan ikhlas karena Allah, berjuang untuk membantu menyelamatkan hidup orang lain.  Meskipun disedihkan atau ditangisi oleh orang-orang yang masih hidup, kematian seperti itulah sebenarnya yang sangat dirindukan setiap insan, apabila memahaminya.  

 Bahkan, dalam sebuah hadits disebutkan, orang yang telah memperoleh kesempatan mati syahid pun, rindu untuk kembali ke dunia.  Bukan karena ingin memperoleh kenikmatan dunia, tetapi agar memperoleh lagi kesempatan untuk mati demikian berkali-kali.  Ini suatu petunjuk betapa besar atau utama pahalanya.

Karena itu, dalam hidup ini, perlu senantiasa memurnikan niat, misalnya, dalam membantu orang lain atau menghapus kezaliman.  Bukan menolong orang lain untuk menampak-nampakkan diri.  Seperti datang membantu biar dianggap baik atau karena berharap akan terpilih (lagi) menjadi wakil rakyat.  Membantu yang ikhlas, biasanya telah menjadi bagian dari pola hidup seseorang.  Sedangkan membantu tujuan dunia, hanya dilakukan pada saat tertentu saja, seperti menjelang pemilihan umum.   
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
192343 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas