Rabu, 10 Juni 2026

Polisi: Bus Danai Pembunuhan Cekgu

Kepolisian Resor (Polres) Pidie telah menetapkan Bus (42), warga Gampong Masjid Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, sebagai tersangka

Tayang:
Editor: bakri
* Iwan Itam tak Terlibat  

SIGLI - Kepolisian Resor (Polres) Pidie telah menetapkan Bus (42), warga Gampong Masjid Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, sebagai tersangka pembunuh T Muhammad Zainal Abidin (30) alias Cekgu, kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie. Ia mengaku kepada penyidik sebagai orang yang mendanai pembunuhan Cekgu. Namun, sejauh ini motif pembunuhan itu, menurut polisi, masih misteri.

Penetapan Bus--nama lengkapnya Bustab--sebagai tersangka, bukan baru kemarin, melainkan sudah berlangsung sejak 3 Mei 2013 lalu. Tapi wartawan baru mengetahuinya Selasa (14/5) kemarin.

“Bus kami tetapkan sebagai tersangka sehari setelah ia ditangkap personel Opsnal Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh pada Kamis (2/5) sekira pukul 18.00 WIB, di Jalan Muhammad Jam Banda Aceh,” kata Kapolres Pidie, AKBP Dumadi, melalui Kasat Reskrim, AKP Raja Gunawan MM, kepada Serambi kemarin.

Ditanya apa keterlibatan Bustab dalam drama penembakan itu, AKP Raja Gunawan menyatakan, “Untuk sementara ia terlibat sebagai pihak penyandang dana.”

Lalu, apa motif Bustab mendanai pembunuhan Cekgu? Lagi-lagi pihak kepolisian menyatakan bahwa hingga kini mereka belum tahu apa motifnya, karena masih diselidiki. “Kami belum tahu apa alasan Bus menyandang dana untuk membunuh Cekgu. Sabar sajalah, nanti kami beri tahukan kepada wartawan. Kami tidak menutupi kasus ini,” kata Raja Gunawan.

Kasat Reskrim Polres Pidie itu juga menerangkan tentang status hukum Iwan Itam (47), warga Gampong Sentosa, Kecamatan Mutiara, Pidie. Dia merupakan kawan dekat Khairul Anshari, tersangka pelaku yang menembak Cekgu di dalam mobil Avanza hitam BK 1690 QG bersama seorang temannya yang lain, Munir.

Iwan Itam awalnya ditangkap polisi di pasar Keude Keumala, Pidie, karena berdasarkan pengakuan Khairul Anshari, pernah meminjamkan senjata api kepadanya.

Tapi ketika Iwan Itam diinterogasi polisi, dia katakan senjata yang pernah dipinjamkan kepada Khairul itu sudah ia serahkan kepada Polres Pidie. “Dan benar, Iwan sudah menyerahkan senjata itu kepada AKP Supriadi MH, saat menjadi Kasat Reskrim di Polres Pidie,” kata AKP Raja Gunawan.

Jadi, dalam kasus pembunuhan Cekgu, polisi yakin bahwa Iwan Itam tidak terlibat. Namun, Polres Pidie tetap menjadikannya sebagai tersangka, tapi terkait kasus sabu di wilayah hukum Pidie.

Dengan demikian, jumlah tersangka pelaku yang terlibat dalam konspirasi jahat untuk menghabisi kader PNA yang juga mantan kombatan GAM itu baru tiga orang. Ketiganya sudah ditahan polisi, yakni Khairul Anshari, Munir, dan Bustab.

Ketiga tersangka itu kini, menurut AKP Raja Gunawan, dalam kondisi sehat, tapi ditahan di sel terpisah di kompleks Mapolres Pidie. Pemisahan itu disengaja polisi agar mereka tidak menyusun mufakat jahat lagi dalam tahanan menjelang pelimpahan perkaranya ke kejaksaan.

Raja Gunawan menambahkan, barang bukti (BB) penembakan Cekgu berupa sepucul pistol bersama 20 butir peluru, satu selongsong, dua magasin, dan satu proyektil, telah dikirim ke Labfor Medan, Sumatera Utara, pada Senin (13/5), untuk uji balistik.

Tujuannya, kata Raja Gunawan, untuk mengetahui apakah senjata yang disita polisi dari Khairul Anshari itu betul sebagai senjata yang digunakan untuk menembak Cekgu. “Kemungkinan minggu ini sudah ada hasil uji balistik dari Labfor Medan,” kata Raja Gunawan.  Sebagaimana kerap diberitakan, T Muhammad Zainal Abidin (30) alias Cekgu, kader PNA Pidie, tewas ditembak, Jumat (26/4) menjelang subuh sekira pukul 04.00 WIB.

Jasad korban ditemukan dalam mobil Avanza BK 1690 QG di Krueng Tiro, pinggir lapangan sepakbola Pertamina, Gampong Sagoe, Kemukiman Beureueh, Kecamatan Mutiara, dalam kondisi luka tembak dan ada bekas penganiayaan di tubuhnya.

Beberapa hari kemudian, polisi berhasil menangkap dua tersangka pelaku yang mengaku penembakan itu terkait dengan bisnis sabu-sabu. Namun, pada perkembangan berikutnya, faktor sabu-sabu sepertinya bukan lagi merupakan motif pembunuhan itu sendiri. Polisi justru masih berupaya mengorek keterangan dari ketiga tersangka untuk mengetahui apa motif pembunuhan itu sesungguhnya, sehingga sampai ada pihak yang mendanainya. (naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved