Senin, 25 Mei 2015

Kajari Tetapkan Tiga Tersangka

Kamis, 16 Mei 2013 11:40

BIREUEN – Dugaan penyelewengan APBK Bireuen 2011 yang diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat sejak November 2012, kini telah melahirkan tiga tersangka. Mereka adalah Ir Nas, mantan pejabat teras Bireuen yang saat itu sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Rk, mantan bendaharawan Umum Daerah (BUD), dan Ngs, mantan kepala bagian Umum Setdakab Bireuen.

“Mereka telah kita tetapkan sebagai tersangka sejak akhir April lalu,” kata Kajari Bireuen, M Thohir SH menjawab Serambi, Rabu (15/5) kemarin.

Meski sudah jadi tersangka, kata M Thohir, tapi penetapan status hukum ketiga mantan pejabat itu belum disampaikan kepada yang bersangkutan. Soalnya, Kajari Bireuen akan memeriksa lagi mereka dalam waktu dekat. “Dulu sudah kita periksa, tapi sebagai saksi. Dalam waktu dekat, akan kita periksa sebagai tersangka,” kata Kajari.

Menurutnya, pengusutan kasus itu berawal dari temuan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh saat mengaudit anggaran daerah tahun 2011. Beranjak dari laporan itu, Kajari Bireuen membentuk tim pengusut. “Sejumlah saksi dari kalangan PNS kita panggil sejak November 2012. Malah sampai kemarin masih ada saksi yang kita mintai keterangan,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan BPKP, sebesar Rp 2.164.866.450 dari total Rp 3,2 miliar anggaran satu tahun biaya operasional kantor bupati yang bersumber dari APBK Bireuen waktu itu, tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh BUD setempat. Atas dasar itu, Rk selaku BUD ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun Ngs dijadikan tersangka, karena ia meminjam dari kas daerah (kas bon) sebesar Rp 400 juta lebih pada waktu itu, hingga kemudian menjadi temuan tim audit. Baru sebagian pinjaman itu yang ia kembalikan.  

Sedangkan mantan pejabat teras Bireuen yang saat ini merupakan pegawai Setda Aceh, Ir Nas, ditetapkan sebagai tersangka karena saat itu ia berkedudukan sebagai KPA.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas