• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Serambi Indonesia

Mengapa Ada Asap Jika tak Ada Api?

Kamis, 16 Mei 2013 10:05 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur, Drs Bahrumsyah MM, memberi tanggapan serius kepada yang menuduh dirinya berselingkuh dengan seorang wanita berinisial MA alias T (28). “Selama ini saya diam, melihat apa motif dan siapa di balik fitnah ini. Ini merupakan pembunuhan karakter yang kampungan.”

Berbicara via telepon kepada wartawan harian ini, Bahrumsyah menduga ada motif lain di balik upaya pembusukan yang diarahkan kepadanya. “Saya selama ini belum menjawab apa-apa, karena ingin menghimpun informasi dari mana isu itu muncul. Sekarang saya akan laporkan mereka yang membuat isu, termasuk perempuan itu (MA-red).”

Bahrumsyah menceritakan awal mula mencuatnya isu tersebut, yaitu ketika MA alias T, pegawai honorer di Setdakab Aceh Timur meminta bantuan kepadanya untuk bisa menginap di rumah dinas sekda di Idi, karena sedang ribut dengan suaminya. “Dia mencium lutut saya minta tolong. Ya, sebagai atasan, saya berusaha menolongnya.”

Demi menghindari fitnah dan gunjingan, Bahrumsyah mencari teman perempuan bagi MA agar bisa menginap di rumah dinas sekda di Idi. “Di situ banyak orang, mulai dari pamtup, pengawal, Satpol PP, dan sejumlah pembantu. Saya memang sempat memberikan baju kaos baru kepada MA. Ini semua karena pertimbangan kemanusiaan semata, tidak ada maksud lain.” Selanjutnya, MA diminta mencari rumah kos sendiri.

Bahrumsyah juga menyatakan kekecewaanya terhadap MA yang hanya diam saja dan tidak menjelaskan duduk perkara sebenarnya. Ia meyakini pembunuhan karakter yang ditujukan kepadanya tidak terlepas dari upayanya mengungkap kasus korupsi dan peningkatan kinerja Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur. “Tunggu sajalah, nanti Allah akan memperlihatkan kebenaran yang sesungguhnya.”

Isu selingkuh yanbg tak segera ditanggapi Bahrumsyah dalam beberapa waktu terakhir, bergulir bagai bola salju yang kian lama kian membesar dan melebar ke mana-mana. Sampai akhirnya, dua hari lalu, sejumlah mahasiswa berunjuk rasa ke kantor bupati setempat menuntut agar Bahrumsyah dicopot dari jabatan Sekda Aceh Timur.

Menurut versi mahasiswa, Bahrumsyah terlibat selingkuh dengan perempuan yang bekerja sebagai tenaga honorer di Setdakab Aceh Timur. MA malah sudah menggugat cerai suaminya. Dan, berbeda dengan penjelasan Bahrumsyah, mahasiswa malah melihat keretakan rumah tangga MA dan suaminya sebagai buntut “numpang tidur” MA di rumah dinas sekda.

Sesungguhnya, Bahrumsyah sudah mengawali “main api” ketika ia mengizinkan MA bermalam di rumah dinas sekda. Apalagi, selama ini masyarakat tahu istri dan anak-anak Bahrumsyah berdomisili di Sumatera Utara. Kehadiran wanita, apalagi bersatutus istri orang lain, di rumah dinas pejabat publik yang sedang “melajang” itu pastilah sesuatu yang aneh. Dan, menjadi pantas pula timbul bermacam-macam kecurigaan. Termasuk perselingkuhan. Sebab, mana mungkin ada asap jika tak ada api?
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
193093 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas