Minggu, 24 Mei 2015

Tuti Bantah Selingkuh dengan Sekda Aceh Timur

Kamis, 16 Mei 2013 08:59

Tuti Bantah Selingkuh dengan Sekda Aceh Timur
Mardiana Astuti

Wanita berkulit putih yang kini memiliki seorang anak berusia 12 bulan dari pernikahannya dengan seorang pria (kini sudah cerai) menilai tuduhan selingkuh yang ditujukan kepadanya adalah fitnah yang sangat kejam. “Tidak benar saya mengajukan cerai terhadap suami karena saya terlibat perselingkuhan, tetapi gugatan itu sudah saya ajukan sejak saya hamil tiga bulan, atau jauh sebelum isu ini berembus,” kata Tuti dengan linangan air mata.

Menurut Tuti, sebelum isu itu berembus (terangkat ke permukaan), ia sudah memberikan klarifikasi kepada keluarganya, keluarga mantan suaminya, dan juga keluarga Pak Sekda. “Semua sudah dijelaskan bahwa tidak ada masalah apapun antara saya dengan Pak Sekda,” kata Tuti. Namun, lanjut Tuti, ia merasa bagai disambat petir karena setelah ia bertemu semua pihak untuk mengklarifikasi isu tersebut, ternyata isu perselingkuhan antara dirinya dengan Sekda Aceh Timur semakin merebak.

Tuti juga membenarkan keterangan Sekda Bahrumsyah bahwa ia yang memohon bantuan sekda untuk menginap di rumah dinas sekda di Idi. “Ya, sayalah yang waktu itu memohon bantuan kepada sekda agar bisa menginap di rumah dinas sekda di Idi. Waktu itu saya tidak berani kembali ke rumah mertua di Langsa karena takut terhadap suami yang sering melakukan tindakan kekerasan kepada saya. Ketika menginap di rumah dinas sekda, saya ditemani seorang perempuan bernama Lia,” ungkapnya.

Tuti juga meluruskan informasi yang menyebut dia menerima baju dari sekda. “Saya tidak tahu baju itu dari Pak Sekda. Saya terima baju kaos warna hitam yang masih baru dan berlabel itu dari Edi (sopir sekda), katanya.

Selama ini, lanjut Tuti, ia bersikap diam karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengklarifikasi isu yang sudah menghancurkan namanya. “Saya diam karena saya tidak tahu harus berbuat apa,” ujarnya.

Dimintai tanggapannya mengenai ancaman Sekda Aceh Timur akan melaporkan ke polisi kasus tersebut--termasuk melaporkan dirinya--Tuti malah mengaku senang. “Saya senang karena di situ nanti akan saya jelaskan semua. Siapa yang membuat isu ini sebenarnya,” kata Tuti.

Tuti juga mengaku akan melaporkan mantan suaminya dan seorang perempuan (aktivis LSM) yang dinilainya sebagai pihak yang telah membuat dan menyebarkan fitnah (perselingkuhan) tersebut. “Saya heran dengan mantan suami saya, dia memang ingin saya hancur, dan anehnya lagi, ibu itu (aktivis LSM) yang tidak tahu apa-apa, kok sampai menghakimi saya,” tandasnya.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas