Selasa, 9 Juni 2026

Dua LSM Minta Dana Relay TV Agara Diusut

Ketua Gakag, Arafik Beruh, Kamis (16/5/2013) menduga adanya penyimpangan penggunaan dana pemeliharaan relay TV Pemkab Agara

Tayang:
Editor: hasyim
KUTACANE - Dua LSM, Gerakan Anti Korupsi Alas Generasi (Gakag) dan  Gerakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (GeBRaK) Aceh Tenggara (Agara) meminta aliran dana pemeliharaan relay TV Agara diusut. Ketua Gakag, Arafik Beruh, Kamis (16/5/2013) menduga adanya penyimpangan penggunaan dana pemeliharaan relay TV Pemkab  Agara.

Dia menyatakan, hanya beberapa siaran TV yang dapat dinikmati warga Agara, padahal dalam anggaran pemeliharaan relay TV disebutkan, agar siaran dapat optimal dinikmati masyarakat Bumi Sepakat Segenap ini. Namun, terindikasi, penggunaannya tidak sesuai dengan pemanfaatannya, ujarnya.  

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperolehnya, dana pemeliharaan mencapai Rp 200 juta, tetapi realisasi siaran TV sekitar 50 persen. Jadi, sebutnya, pihaknya meminta aparat penegak hukum, agar aliran dana relay itu diusut hingga tuntas, yang juga diutarakan, Ketua GeBRaK Agara, Pajriansyah.

Sedangkan Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdakab, Zulkarnain SSos, mengatakan, dana itu telah dimanfaatkan sesuai prosedur dan BPK-RI saat ini ada di Kutacane dan jika ada penyimpangan pasti ditindaklanjuti BPK. Dia menjelaskan, dana relay TV yang ditarik baru Rp 100 juta dengan jumlah siaran tivi swasta delapan siaran.

Namun, yang berjalan hanya enam siaran dan saat ini, dua siaran lagi dalam perbaikan di Bandung, namun, tidak ada penjelasan rinci. Sementara, PPTK  Relay TV Pemkab Agara, Roni, mengaku dana relay TV Rp 200 Juta, namun, yang telah cair sebesar Rp 100 Juta.

Dia menjelaskan, dana yang telah ditarik digunakan untuk membeli parabola, Televisi, DVD, dan lainnya sebesar Rp 15 Juta, serta untuk pembelian alat-alat yang rusak ke Bandung sebesar Rp 75 Juta.(as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved