Penumpang Garuda Kehilangan Emas 40 Mayam
Seorang penumpang Garuda Indonesia Airlines rute Banda Aceh-Medan mengaku kehilangan emas 40 mayam dari tas yang dititipkan di bagasi.
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Seorang penumpang Garuda Indonesia Airlines rute Banda Aceh-Medan mengaku kehilangan emas 40 mayam dari tas yang dititipkan di bagasi, Sabtu (18/5/2013).
Korban Rahmaniah yang berstatus pegawai Dinas Pendidikan Aceh mengatakan kasus itu terjadi saat ia bersama tiga temannya hendak mengikuti pelatihan di Berastagi, Karo, Sumut. Korban membawa tas ransel berisi pakaian, dan sejumlah perhiasan yang dititipkan di bagasi pesawat dengan nomor penerbangan GAO 143. "Ketika sampai Bandara Polonia, tasnya sudah rusak. Pakaian saya acak-acakan," kata Rahmaniah.
Ia memastikan 40 mayam emas di tasnya sudah raib. Dugaannya, seluruh emas itu hilang di Bandara Sultan Iskanda Muda. Tapi yang menyedihkan kata dia, tidak ada perwakilan Garuda Indonesia di Medan yang merespon pengaduannya. "Saya kecewa. Itu sangat berarti sama saya. Tapi Garudanya tidak ada respon," tandasnya. Rahmaniah mengaku ingin melaporkan kasus itu ke polisi. Tapi karena keterikatan dinas, ia menunda aduan itu hingga kembali ke Medan.
Hingga berita ini dirilis Serambinews.com belum mendapat konfirmasi dari pihak Garuda Indonesia(*)