Lintasan Galus-Abdya Kembali Lancar
Ruas jalan provinsi dari Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus) menuju Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) kembali lancar
BLANGKEJEREN - Ruas jalan provinsi dari Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus) menuju Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) kembali lancar. Jalan yang ambas di kawasan Desa Terlis, Kecamatan Terangun telah diperbaiki secara darurat, tetapi sudah bisa dilalui seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun empat sejak Jumat (17/5/2013) sore.
Jalan amblas sepanjang 15 meter lebih akibat tergerus longsor sejak Jumat pekan lalu telah ditangani secara darurat, sehingga para pengendara harus ekstra hati-hati melintasi jalur ini. “Jalur Galus ke Abdya sudah bisa dilintasi semua jenis kendaraan, setelah badan jalan yang amblas di kawasan Terlis sudah ditangani dinas terkait,” ujar Sabri, warga Terangun kepada Serambi, Sabtu (18/5).
Dia mengungkapkan arus transportasi dari dua arah tersebut sudah mulai normal, walau pengendara harus hati-hati di jalan amblas yang telah diperbaiki. Disebutkan, sejak Jumat (17/5) sore, sudah banyak kendaraan yang melintas dari Blangkejeren menuju Blangpidie, begitu juga sebaliknya.
Bahkan, sebutnya, pedagang pembawa ikan segar dari Blangpidie sudah masuk kembali ke Galus dan sebaliknya, dari Galus, hasil pertanian, seperti cabai merah dan sayur-sayuran juga sudah bisa dibawa ke Blangpidie. Dia berharap, ruas jalan tersebut harus ditangani serius, sehingga tidak amblas lagi, termausk penyiagaan alat berat di jalur yang rawan longsor.
Sebelumnya, lintasan tersebut masih dilaporkan lumpuh total pada Rabu (15/5/2013) sore, seperi dilaporkan Danramil Terangun, Lettu Darno kepada Serambi melalui jalur telepon. Kepala Dinas Bina Marga Aceh, melalui petugas lapangan, Zul Azmi melalui telepon selular pada Rabu (15/5/2013) menyatakan pihaknya hanya bisa meninjau lokasi jalan amblas.
Dia mengungkapkan, timnya yang berjumlah beberapa orang harus mengendarai sepeda motor untuk melihat kerusakan jalan tersebut. “Seluruh jenis kendaraan belum bisa melintasi jalan yang telah terputus akibat amblas,” ujarnya. Zul berjanji, akan tetap mencari solusi, agar kendaraan dapat melihat melalui penanganan darurat.
Bupati Galus Ibnu Hasim, juga sempat mengatakan pihaknya mengalami kerugian, karena setiap terjadi banjir yang disertai longsor badan jalan, bukannya Pemprov Aceh yang memperbaiki, tetapi Pemkab Galus. Dia menyatakan kawasan jalan yang kerap putus, terjadi di lintasan Blangkejeren menuju Pining-Lokop maupun Blangkejeren-Terangun.(c40)