• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Serambi Indonesia

Harga Emas Jatuh ke Rekor Baru

Senin, 20 Mei 2013 08:25 WIB
BANDA ACEH - Prediksi para analis akan turunnya harga emas terjadi juga. Hanya sebulan bertahan, harga emas kembali merosot turun dan telah mencapai rekor terbarunya, melampaui harga terendah yang terjadi pada April 2013 kemarin.

Informasi yang diperoleh Serambi, penurunan harga emas ini mulai terjadi sejak Kamis (16/5) setelah sehari sebelumnya mengalami kenaikan tipis. Keesokan harinya (Jumat (17/5), emas melanjutkan penurunan menjadi Rp 436.500 per gram atau Rp 1.455.700 per mayam (belum termasuk ongkos buat).

Pada penutupan perdagangan Sabtu (18/5), harga emas telah berada di kisaran Rp 430.000 per gram atau Rp 1.434.050 per mayam. Harga tersebut mengalahkan rekor harga terendah sebelumnya yang terjadi pada 16 April 2013, yaitu Rp 432.500 per gram (Rp 1.442.400 per mayam).

“Harga emas ini merupakan rekor baru terendah, mengalahkan rekor sebelumnya,” kata analis emas dari Bank Syariah Mandiri (BSM), Muhammad, kepada Serambi, Minggu (19/5).

Mengingat perdagangan emas di bursa berjangka tutup pada hari Minggu, maka harga emas yang berlaku di pasaran kemarin masih sama dengan harga pada penutupan terakhir, Sabtu. “Harga emas baru akan berubah lagi pada hari Senin,” timpalnya.

Institusi keuangan dunia, Credit Suisse, seperti dikutip Serambi dari liputan6.com, memprediksi harga emas akan anjlok hingga US$ 1.100 per ounce pada tahun ini. Penurunan tersebut akan terus berlanjut ke harga US$ 1.000 per ounce dalam lima tahun ke depan. “Harga emas akan terus jatuh,” ujar Credit Suisse Ric Deverall.

Menurut dia, kebutuhan membeli emas guna menyimpan kekayaan diprediksi akan berkurang dan kemungkinan inflasi dalam satu atau dua tahun horizon secara signifikan juga berkurang.

“Ketika harga emas naik, sepertinya ide bagus untuk membeli lebih banyak emas” ujar Deverell. “Dan ketika harganya turun, apakah Anda pikir bank-bank sentral akan mengambil risiko dan merugikan pihaknya sendiri? tentu tidak,” jelas dia.(yos/**)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
195504 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas