Droe Keu Droe
Lhokseumawe Bertopeng Adipura
KOTA Lhokseumawe yang pernah diklaim menjadi kota yang bebas dari sampah ini juga terkenal karena telah dua kali berturut-turut mendapat
Akan tetapi yang terjadi di lapangan saat ini kota Lhokseumawe tidak seindah penghargaan yang kita raih. Di pinggiran pantai masih banyak sampah sering dijumpai, hal ini menunjukkan bahwa Badan Lingkungan Hidup kurang proaktif memantau pasukan kuning ketika membersihkan kota Lhokseumawe.
Selama ini slogan kebersihan hanya sekadar dijadikan jargon, tapi tidak pernah diaplikasikan dalam tindakan nyata. Buktinya, hampir semua pasar kota kondisinya becek dan tumpukan sampah berserakan dimana-mana. Sehingga terlihat pemandangan tidak indah dipandang mata, serta menimbulkan bau yang tidak sedap.
Masyarakat Lhokseumawe jangan bangga dengan penghargaan Adipura yang dianggap tak bertuan tersebut, karena sampai saat ini belum ada langkah nyata di balik makna prestasi yang telah diraih itu. Volume limbah sampah yang ada di Waduk Lhokseumawe tentu merupakan permasalahan serius yang membutuhkan perhatian khusus.
Mempertahankan juara Adipura kategori kota kecil memang sangat berat. Tapi, masyarakat harus tetap membersihkan lingkungannya, karena bagaimanapun juga masalah kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah tetapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat.
Tri Vanny Jufri
Mahasiswi STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.
Email: vie_Feminin@yahoo.com