Ambil Alih MUQ
Alumni Minta Pemko Ambil Alih MUQ Langsa
Alumni Madrasah Ulumul Quran MUQ (Al-Muqra) Raya meminta kepada Muspida Kota Langsa, segera mengambil alih pengelolaan
Hal itu disampaikan Ketua Al-Muqra, Dr Muhammad Abu Bakar, melalui siaran pers yang diterima Serambi, Mingu (19/5) menyikapi kekisruhan dan unjuk rasa santri yang terjadi di kampus MUQ YDBU Langsa, yang telah berulang kali.
Kekisruhan itu telah membuat lembaga pendidikan itu rugi secara moril dan material, serta munculnya keresahan sosial di kalangan masayarakat sekitarnya. Kemudian yang lebih fatalnya lagi, akibat kekisruhan itu adalah terganggunya proses belajar dan mengajar di pesantren terpadu yang cukup terkenal di Aceh tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut, Al-Muqra yang terbentuk dari sejumlah alumni MUQ Langsa, meminta kepada Muspida Kota Langsa untuk segera mengambil alih pengelolaan YDBU/MUQ. Selanjutnya meminta kepada pihak yayasan untuk menyikapi secara arif, dan menyelesaikan yang terjadi secara kekeluargaan tanpa merugikan para santri yang selama ini menyampaikan aspirasi mereka.
Selanjutnya kepada seluruh pamong dan guru untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa sehingga para santri tidak dirugikan. Al-Muqra juga meminta agar akar pemicu konflik yang selama ini terjadi segera diselesaikan dengan tuntas, oleh para yayasan, seperti dugaan inprosedural dalam proses penerbitan SK Menkum dan HAM terhadap YDBU. Al-Muqra juga berharap agar pemecatan empat orang guru ditinjau kembali.
“Kami menolak segala bentuk intimidasi terhadap santri dan para guru, dan kepada pengurus yayasan kami meminta untuk menyelesaikan masalah MUQ/YDBU dengan mempertimbangkan kepentingan umat. Dan lembaga lain diluar MUQ tidak mengeluarkan statement yang seolah-oleh mengetahui persoalan,”ujar Muhamad Abu Bakar.(c42)