Selasa, 9 Juni 2026

Massa Keroyok Satpam RSUZA

Seratusan warga Gampong Ie Alang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Minggu (19/5) malam, mendatangi Rumah Sakit Umum

Tayang:
Editor: bakri
BANDA ACEH - Seratusan warga Gampong Ie Alang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Minggu (19/5) malam, mendatangi Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Kehadiran massa yang naik truk dan sejumlah mobil pribadi itu untuk mencari seorang satuan pengamanan (satpam) rumah sakit yang diduga telah berbuat kasar terhadap Ishak (22), warga Ie Alang yang kedapatan merokok di sekitar kantin RSUZA, Sabtu (18/5) sekira pukul 20.00 WIB. Ishak sendiri merupakan pekerja kantin di rumah sakit itu.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH, melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Andri Permana Amd IK, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, kejadian itu berawal dari teguran seorang Satpam RSUZA terhadap Ishak yang kedapatan merokok di lingkungan kantin. Di Banda Aceh, rumah sakit merupakan zona yang sudah ditetapkan sebagai kawasan bebas dari asap rokok.

Teguran itu berujung ke adu mulut. Keduanya malah sempat terlibat aksi saling dorong. Lalu esoknya, Minggu (19/8) pukul 21.00 WIB, seratusan warga Ie Alang mendatangi RSUZA, setelah kabar tentang pertengkaran Hasbi dengan satpam menyebar ke warga desanya.

“Ishak yang tidak terima perlakuan itu kemungkinan menceritakan ke warga kampungnya. Bisa saja kedatangan massa ke rumah sakit malam itu, ingin menyelesaikan masalah. Soalnya, di antara massa juga terlihat keuchik desa itu, Pak Musafir. Tapi, kalau massa sudah begitu banyak, siapa yang mampu mengendalikannya,” ujar Iptu Andri.

Massa yang datang itu pun menjadi tidak terkendali. Mereka bergerak menyusuri lorong RSUZA mencari satpam yang sebelumnya menegur Ishak karena merokok di lingkungan kantin rumah sakit.

Namun, satpam yang dicari itu sepertinya sedang tidak berdinas malam itu. Kebetulan ada satpam lain yang bertugas, maka merekalah  yang terkena getahnya. Mereka dipukuli oleh massa yang datang dari kampung Ishak.

Kondisi RSUZA mendadak tegang. Puluhan personel Polsek Kuta Alam, Polresta Banda Aceh, dan Polda Aceh pun berdatangan ke lokasi. “Situasi mampu dikendalikan setelah kami minta pengertian semua warga bahwa kasus itu akan diproses. Iya kita berharap semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tidak mesti harus dengan cara kekerasan,” kata Andri.

Ia tambahkan, Ishak pekerja kantin RSUZA yang mengaku mendapat perlakuan kasar dari satpam tersebut telah melaporkan kasus itu ke Polsek Kuta Alam.

Keuchik Ie Alang, Musafir yang dihubungi Serambi tadi malam menyebutkan maksud kedatangannya bersama sejumlah warga ke RSUZA adalah untuk menyelesaikan hal itu secara kekeluargaan tanpa ada niat kekerasan. Namun, hal itu terjadi belakangan di luar perkiraan dan kemampuannya untuk mencegah.

“Warga datang dalam jumlah banyak, siapa yang bisa mengendalikannya. Seandainya kalau saja malam itu terjadi insiden saya langsung memilih untuk tidak pergi. Jadi, mereka datang pun yang kami tahu awalnya sebagai solidaritas mereka atas perlakuan yang menimpa Ishak,” ujar Musafir.

Ia kembali menegaskan tujuan kedatangannya ingin meluruskan persoalan itu dengan mempertemukan Ishak sebagai warganya dengan satpam yang dituding telah berbuat kasar itu dengan difasilitasi pihak rumah sakit. “Begitu saya lihat suasana sudah mulai tidak terkendali, saya langsung minta seluruh warga bubar dan menyuruh semua pulang. Alhamdulillah semua terkendali. Dan hal yang saya khawatirkan bila kondisi menjadi anarkis, dengan mengancam keselamatan para satpam yang tugas malam itu serta merusak fasilitas di rumah sakit. Iya kami harap kasus ini tetap diselesaikan secara damai. Kami juga berterima kasih kepada Kapolsek Kuta Alam yang ikut menenangkan massa waktu itu,” ujar Keuchik Ie Alang.

Ishak yang dihubungi Serambi tadi malam mengaku tidak sadar ada rokok di tangannya saat satpam RSUZA itu menegurnya, pada Sabtu (18/5) sekira pukul 22.00 WIB. “Hei rokok kamu, kata satpam itu yang langsung menuju ke arah saya. Saya sendiri waktu itu tidak sadar kalau lagi merokok dan waktu itu saya langsung membuangnya,” aku Ishak.

Selanjutnya petugas itu pun menanyainya, sudah berapa lama bekerja di kantin RSUZA dan apa mengerti kalau di rumah sakit dilarang merokok? “Saya bilang tahu Bang dan saya sudah minta maaf berulang-ulang. Tapi, suaranya semakin keras, sehingga saya bilang jangan begitu, Bang. Pada saat itulah saya ditamparnya,” aku Ishak.

Kejadian itu akhirnya dilerai oleh pekerja kantin lainnya dan anggota polisi yang ada di sana. Pun demikian, Ishak mengaku tak mampu menahan rasa sakit hatinya. Lalu kabar itu sampai pula ke warga desanya. “Karena saya tak bisa terima perlakuan itu, saya juga telah laporkan kasus ini ke Polsek Kuta Alam. Namun, bagaimana nantinya kita lihat saja,” katanya.

Humas RSUZA Banda Aceh, Rahmadi yang dihubungi Serambi tadi malam mengakui adanya kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum mendapat arahan untuk menyampaikan pendapat ke media. “Hingga sore tadi kami belum dapat arahan apa pun untuk menanggapi kasus itu ke media. Karena itu, dalam hal ini kami juga tak tahu mesti menjawab apa,” ujar Rahmadi. (mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved