Rabu, 10 Juni 2026

Warga Takengon Keluhkan Speedy

Warga kota dingin, Takengon, Aceh Tengah mengeluhkan pelayanan jaringan internet Speedy dari Telkom sejak sepekan terakhir ini.

Tayang:
Editor: bakri
* Pining belum Terjangkau Jaringan Komunikasi

TAKENGON - Warga kota dingin, Takengon, Aceh Tengah mengeluhkan pelayanan jaringan internet Speedy dari Telkom sejak sepekan terakhir ini. Sebaliknya, Kecamatan Pining, Gayo Lues (Galus) belum terjangkau jaringan komunikasi, apalagi internet pedesaan seperti dicanangkan pemerintah, khususnya dari perusahaan BUMN, PT Telkom.

Gangguan jaringan internet dari Speedy sangat dikeluhkan para pengelola cafe atau juga instansi pemerintah yang telah menjadi pelanggan perusahaan telekomunikasi itu. Para pelanggan yang umumnya memanfaatkan jaringan internet untuk bertukar informasi atau juga terkait pekerjaan atau order barang di luar daerah merasa mulai terhambat.

Sejumlah pelanggan Speedy, baik pengelola cafe maupun instansi pemerintahan mengaku telah mempercayai Speedy sebagai jaringan yang andal dan cepat, tetapi sudah mulai mengulah. Seperti diakui Kasi Promosi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Tengah, Ir Khalisuddin, Senin (20/5).

Dia mengatakan keberadaan internet sangat diperlukan, terlebih untuk promosi wisata melalui website, namun sudah sepekan ini jaringan internet macet. “Kami selalu mengupdate promosi wisata via website, tetapi jika internet macet, maka kami tidak bisa mengupload informasi terkini, sehingga dapat mengganggu promosi wisata,” katanya.

Khalisuddin mencotohkan, Pemkah Aceh Tengah sedang menggelar Festival Danau Laut Tawar, salah satu lomba fotografi dengan peserta dari seluruh Indonesia. “Kami mulai kesulitan mengetahui informasi para pendaftar melalui email, karena internet terganggu,” ujarnya. Disebutkan, para peserta harus melengkapi persyaratan dan foto dikirim melalui email.

Hal serupa juga menimpa pengelola cafe, dimana para pelanggannya mengeluhkan layanan WiFi gratis yang tidak berfungsi lagi. “Sesuai arahan pihak Speedy, kami dianjurkan menghubungi nomor 147 jika ada gangguan,” ujarnya. Tetapi, sebutnya, nomor tersebut sulit dihubungi, bahkan petugasnya tidak menggubris keluhan para pelanggan.

Sementara, dari Blangkejeren, Galus dilaporkan, belasan desa di Kecamatan Pining belum terjangkau jaringan telkomunikasi, apalagi internet. Warga Pining yang dihuni sekitar 4.695 jiwa masih belum bisa melakukan komunikasi melalui telepon selular, kecuali pergi ke kecamatan terdekat yang sudah ada jaringan Telkom atau juga Telkomsel.

Kecamatan Pining yang terletak di lintasan provinsi dari Blangkejeren menuju Lokop atau juga Kuala Simpang, Aceh Timur, merupakan sentra produksi buah durian, ikan air tawar, coklat, kemiri dan tembakau kretek. “Jumlah penduduk Kecamatan Pining mencapai 4.695 jiwa, tetapi masyarakatnya merasa belum keluar dari keterisoliran,” ujar Sabri, salah seorang warga Pining kepada Serambi, kemarin.

Dia mengungkapkan, warga telah berulangkali meminta kepada pejabat yang berkunjung ke daerahnya untuk membangun tower telekomunikasi (BTS). “Warga Pining untuk berkomunikasi lewat telepon genggam harus pergi ke kecamatan Blangkejeren ataupun Dabun Gelang dengan jarak tempuh mencapai 42 Km lebih dan menghabiskan waktu beberapa jam, karena jalan rusak parah,” ujar Sabri.

Kepala Cabang PT Telkom Aceh Tengah, Efendi yang dikonfirmasi Serambi Senin (20/5) mengatakan pihaknya tidak menemukan adanya gangguan. “Kecuali beberapa pekan lalu, memang ada perbaikan di kawasan Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan untuk wilayah Bener Meriah, bukan Aceh Tengah,” ujarnya.

Dia mengklaim, jaringan internet Speedy di wilayah Aceh Tengah masih normal, karena tidak ada gangguan. Dia meminta para pelanggan untuk segera melapor ke nomor telepon 147 jika ada gangguan atau mendatangi langsung Kantor Telkom di Takengon.(gun/c40)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved