A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Antara Sabang dan Pulau Samui - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Serambi Indonesia

Antara Sabang dan Pulau Samui

Rabu, 22 Mei 2013 10:32 WIB
Antara Sabang dan Pulau Samui
FAUZI UMAR
OLEH  FAUZI UMAR, pegawai Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), melaporkan Pulau Koh Samui, Provinsi Surathani, Thailand

SAYA bersama Direktur Pengembangan Usaha Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Agus Salim, berkesempatan mengunjungi Pulau Samui atas undangan dan biaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkla, Thailand.  

Luas dan topografi Pulau Samui ini hampir sama persis dengan Pulau Weh, Sabang. Demikian juga jarak tempuh melalui jalur laut antara Pulau Samui dengan Provinsi Surathani, rata-rata 45 menit naik kapal cepat dan 1 jam 45 menit naik kapal lambat.

Memasuki Pulau Samui dengan kapal lambat seakan tak terasa lama karena pelayanan kapal lambat tersebut sangat tertib dan kapalnya bersih. Kapal yang digunakan tak jauh beda dengan Kapal KM BRR yang melayani rute Banda Aceh-Sabang. Namun, kapal lambat di sini melayani masyarakat hampir setiap jam sekali dari pukul 7.00 pagi hingga pukul 18.00 petang. Tak terlihat adanya rebutan penumpang. Pelancong bisa memilih kendaraan sesuai selera masing-masing.

Setiba di pulau ini, pelancong dibuat takjub dengan kondisi kehidupan masyarakatnya yang sehari-hari masih menggunakan sarung, bagai tak terpengaruh ingar-bingar kehidupan malam. Rumah penduduk dengan kafe-kafe tradisional maupun modern, hotel, resor, dan spa tumbuh subur sepanjang jalan dan umumnya menghadap ke laut (water front city). Didukung pula oleh hampir seluruh jalan yang dibangun mengikuti kontur alam setempat, berbeda dengan Sabang yang umumnya memotong kontur dengan tingkat kemiringan yang sangat terjal.

Selain menjadi pilihan wisata bahari dunia khususnya untuk pasangan berbulan madu, pulau ini juga menawarkan wisata belanja mulai harga termurah hingga termahal di Chaweng Road. Kawasan Chaweng Road juga menawarkan wisata kuliner, pijat hingga hiburan malam mulai ala Thai hingga musik modern. Di kawasan ini sangat mudah ditemukan makanan ala Thai, ala Eropa, bahkan ala Arab.

Dari kawasan ini juga pelancong dapat mengunjungi sejumlah pulau lain dengan boat tour atau jetsky. Pulau ini tergabung dalam Angthong National Marine Park yang terdiri atas 42 pulau kecil. Pulau berbatu ini hanya memiliki pasir putih sepanjang rata-rata 20 meter dan umumnya tak berpenduduk. Itu pun dapat dijual ke pelancong untuk sekadar melihat danau, diving, dan snorkeling, bahkan salah satu pulau dijadikan tempat syuting bintang tampan terkenal, Leonardo De Caprio dalam film The Beach.

Dari sisi keindahan dan panorama alam, Samui sebetulnya tak jauh beda dengan Sabang. Sabang menawarkan wisata bahari dan wisata alam lainnya, Samui juga menawarkan paket yang sama. Cuma, Samui dikelola sangat profesional dan terintegrasi antara potensi wisata bahari dan wisata lainnya, atraksi budaya dan kearifan lokal, serta kehidupan modern dengan sikap tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Samui telah dibangun menjadi destinasi wisata terkenal di dunia. Pulau ini terkoneksi secara langsung dengan Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Bangkok, dan Pulau Penang. Pulau ini dihuni 50.000 jiwa dan kini telah dikunjungi lebih dari dua juta orang wisatawan setiap tahun.

Sabang sebagai gate way Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga sudah seharusnya dikembangkan serius sebagai kawasan internasional sebagaimana Samui di Thailand dengan tetap menjaga dan mempertahankan kearifan setempat (local wisdom).

Kota Sabang harus tertata, asri, dan hijau, bersih, serta berbunga dengan masyarakat yang ramah dan taat agama dan hukum. Sabang jangan terbuai dengan embel-embel freeport dan freetrade zone, KSN (kawasan strategis nasional maupun provinsi), kawasan perbatasan negara, DMO (destination management organization), dan embel-embel yang lain. Diperlukan terobosan bersama untuk mempercepat kemajuan Kawasan Sabang sebagaimana diharapkan seperti daerah lain yang sudah maju, seperti Langkawi (Malaysia) dan Samui, Phuket (Thailand).  Malaysia dan Thailand bisa dikategorikan sangat sukses memasarkan potensi wisata baharinya. Kedua negara jiran ini berhasil menjaring wisatawan dari seluruh dunia. Tahun 2010, Malaysia dikunjungi lebih dari 25 juta wisatawan dan Thailand mencapai 35 juta wisatawan. Sedangkan Indonesia hanya berhasil mendatangkan 7 juta wisatawan, itu pun terkonsentrasi ke Pulau Dewata, Lombok, dan sebagian besar di Pulau Jawa. Ini merupakan tantangan yang harus dapat dijawab pemerintah untuk mempercepat kemajuan Kawasan Sabang sebagai lokomotif ekonomi Aceh dan Indonesia di masa mendatang. Semoga.
[email penulis: fauzi_umar_3@yahoo.co.uk]

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
196724 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas