• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Serambi Indonesia

5 Negara Tawarkan Beasiswa untuk Aceh

Kamis, 23 Mei 2013 11:16 WIB
BANDA ACEH - Lima negara melalui kedutaan besarnya masing-masing yang berkedudukan di Jakarta tahun ini menawarkan beasiswa dan training bagi putra-putri Aceh yang berminat melanjutkan studi S1 hingga S3 ke luar negeri. Negara-negara tersebut adalah Jerman, Jepang, Norwegia, Finlandia, dan Amerika Serikat.

Informasi itu diperoleh Serambi, Rabu (22/5) dari Koordinator Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia Aceh (LPSDMA) Dr Bukhari Daud MEd yang baru tiba di Banda Aceh dari lawatannya tiga hari di Jakarta bertemu dengan sejumlah duta besar negara sahabat.

Dari hasil lawatan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa tahun ini sedikitnya ada lima negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia, menawarkan beasiswa untuk putra-putri Aceh.

Dalam pembicaraan awal di Jakarta, Kedubes AS menawarkan kerja sama dengan LPSDMA, tapi dengan syarat mahasiswa yang akan dikirim ke sana haruslah mempunyai komitmen yang kuat memilih AS sebagai tujuan untuk studinya. “Mereka yang nilai TOEFL,GRE/GMAT-nya mencukupi, diterima langsung tanpa harus ikut tahapan seleksi lagi. Kedubes AS akan membantu memfasilitasi mahasiswa yang akan berangkat nanti,” ujar Bukhari.

Selain AS, Dubes Jerman untuk Indonesia juga menawarkan beasiswa untuk Aceh. Syaratnya, harus melewati tahapan seleksi. Pelamar yang skor TOEFL/IELTS-nya sudah mencukupi sebagaimana yang disyaratkan oleh universitas yang dituju akan dibantu dengan beasiswa penuh. “MoU untuk program tersebut akan segera dirancang dan disahkan,” kata Bukhari Daud.

Kedutaan Jepang, lanjut Bukhari, membuka program beasiswa untuk S1, S2, dan S3, di samping kursus-kursus singkat. Juga disediakan beasiswa khusus Asia. “LPSDMA akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Jepang yang bisa memberikan wave tuitions/free tuition fee/free short course fee,” sebut Bukhari.

Kedutaan Finlandia, kata Bukhari, menawarkan kerja sama dengan LPSDMA dalam bentuk pemberian beasiswa yang sama polanya dengan beasiswa dari Pemerintah Jerman, yaitu bebas tuition fee. “Jadi, kepada penerima beasiswa hanya perlu diberikan biaya hidupnya saja oleh Pemerintah Aceh,” kata Bukhari sembari menyebutkan bahwa biaya hidup di sana hanya sekitar 600 euro per bulan.

Khusus Kedutaan Norwegia, hanya menawarkan fasilitasi training untuk wanita, khususnya janda-janda korban konflik dan tsunami. Mereka juga memberikan pelatihan untuk polisi hutan, karena negara ini sangat cinta lingkungan hidup. “Selain itu mereka menyediakan anggaran training peningkatan kapasitas untuk pemerintah dan anggota legislatif di Aceh,” sebut mantan bupati Aceh Besar ini.

Adapun Kedutaan Belanda, kata Bukhari, lebih fokus memberikan beasiswa untuk program magister dan doktoral di bidang hukum. “Ke depan akan mereka fasilitasi training untuk wanita hakim,” kata Bukhari.

Di akhir penjelasannya Bukhari menyebutkan, bagi putra-putri Aceh yang berminat melanjutkan studi ke negara-negara yang ia sebutkan tadi, bisa mendatangi LPSDMA pada setiap hari kerja untuk menanyakan syarat-syarat memohon beasiswa maupun disiplin ilmu apa saja yang tersedia di negara tujuan.(dik)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
197243 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas