Tafakur
Topeng
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian, tetapi Allah melihat kepada hati kalian
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian, tetapi Allah melihat kepada hati kalian” (HR. Muslim).
Banyak orang secara psikologis terpesona melihat penampilan seseorang. Seperti penampilan fisik dan gelar sosial. Celah ini sering dimanfaatkan pemimpi kekuasaan. Sehingga banyak yang berusaha menampilkan diri demikian, untuk merebut perhatian orang banyak. Perhatian inilah yang selanjutnya digunakan sebagai pijakan untuk naik ke singgasana kekuasaan. Namun begitu tiba di puncak kekuasaan, tempat berpijak pun dilupakan, sehingga penampilannya tak ubahnya topeng untuk menutupi hati yang buruk.
Orang yang berhati buruk kerap menjadikan kekuasaan sebagai alat pemuas hawa nafsu, seperti meraup harta benda sebanyak mungkin. Sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW, di dalam tubuh manusia ada sebongkah daging, yang apabila ia buruk akan buruklah seluruh tubuh. Itulah hati.
Sehingga dengan memilih orang-orang yang berhati demikian sebagai penguasa sama artinya dengan ikut melestarikan perbuatan-perbuatan yang jauh melenceng dari jalan yang benar yang diserukan Allah di muka bumi ini. Dengan kata lain, sadar atau tidak, kita telah menjadi bagian dari pendukung orang-orang bertopeng.
Yang telah terjadi memang tak bisa diubah. Yang memungkinkan dirubah adalah masa depan. Perlu lebih hati-hati dan selektif lagi dalam memilih orang-orang yang pantas untuk berkuasa. Jangan sampai tergoda dengan penampilan luar yang mengagumkan. Nabi SAW mengingatkan bahwa tak pantas seorang muslim jatuh dalam lobang yang sama.