Jumat, 27 Maret 2015

KAI

Hukum Menagih Utang

Jumat, 24 Mei 2013 09:56

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb.

Ustaz yang saya hormati. Dulu, saya memiliki teman yang sangat membutuhkan uang karena belum bekerja, sehingga saya bersedia meminjamkan uang saya kepadanya. Ia pun berjanji akan membayar utangnya tersebut.

Pada suatu hari, saya mendapat informasi kalau ia sudah memiliki pekerjaan yang cukup layak dan memiliki uang. Karena tempat tinggal kami berbeda kota, maka saya mencoba untuk menanyakan kabarnya sekaligus mengingatkan akan utangnya melalui handphone. Dan menyarankan untuk membayar utangnya melalui transfer bank, karena saat itu saya sangat membutuhkan uang tersebut. Namun, ia enggan untuk membayar utangnya tersebut.

Yang ingin saya tanyakan: Bagaimana tata cara menagih hutang dalam Islam? Saya sudah mengingatkan teman saya tersebut hingga tiga kali, namun ia tetap tidak mau membayarnya. Apakah cara saya salah? Bolehkah saya menagih hutang tersebut lagi dilain waktu? Bagaimana hukumnya menunda hutang tersebut?

Demikian pertanyaan saya, atas perhatian dan jawaban Ustadz Navis, saya ucapkan terima kasih.

Ismail Hasan
Aceh Jaya.

Jawaban:
Saudara Ismail, yth.
Waalaikumussalam wr wb.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas