A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Wakapolres Stop Eksekusi Cambuk - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Serambi Indonesia

Wakapolres Stop Eksekusi Cambuk

Jumat, 24 Mei 2013 11:33 WIB
* Tak Rela Anggotanya Dicambuk

BANDA ACEH - Puluhan warga dan jamaah Masjid Subussalam Kota Sabang yang hendak menyaksikan hukuman cambuk, Kamis (23/5) siang kemarin, kaget dengan kedatangan sejumlah perwira polisi yang kemudian menghentikan eksekusi itu. Rombongan polisi ini lalu membawa pulang seorang polisi yang akan dicambuk karena terlibat kasus maisir jenis judi toto gelap (togel).

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber Serambi di Sabang menyebutkan, rombongan perwira polisi itu dipimpin Wakapolres Sabang, Kompol Saiful B Lubis. Saat datang ke Masjid Agung, ia didampingi dua perwira dan lima petugas provost. Kedatangan perwira polisi ini menjelang pelaksanaan hukuman, sebelum shalat Zuhur.

Menurut sumber Serambi, tiba di Masjid Agung Subussalam sebagai tempat pelaksanaan hukuman, Wakapolres langsung marah-marah di hadapan sejumlah warga. Di lokasi tersebut juga ada Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Kasatpol Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, unsur Mahkamah Syar’iyah, dan jaksa dari Kejari Sabang, serta perwakilan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh.

Perwira menengah itu terus-menerus mengeluarkan pernyataan bernada protes terhadap uqubat cambuk tersebut. Dengan lantang Wakapolres mengatakan hukuman cambuk tidak berlaku bagi polisi dan tentara, sebab polisi dan tentara punya aturan hukum tersendiri.

“Hukuman cambuk ini tidak berlaku bagi dia (polisi -red). Dia akan saya hukum sendiri dengan aturan polisi. Kalian tidak tahu polisi dan tentara. Polisi dan tentara itu punya hukum sendiri, kenapa seperti ini, buat malu saja,” kata Wakapolres seperti dikutip sumber Serambi yang saat itu berada di lokasi.

Selagi Wakapolres mengeluarkan serangkaian pernyataannya, sejumlah anggota provost langsung masuk ke ruangan, tempat okum polisi yang akan dicambuk itu berada. Mereka lalu membawa pergi oknum polisi yang terjerat kasus judi togel tersebut. Semua pihak yang ada di lokasi hanya tercengang dan tak tahu harus berbuat apa.

Oknum polisi yang terjerat kasus judi tersebut, Kamis kemarin, rencananya akan dihukum cambuk bersama dua terdakwa lainnya. Ketiganya ditangkap Januari lalu di kawasan Kuta Barat, Sabang, karena melanggar Qanun Aceh Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir. Namun, eksekusi terhadap dua terdakwa lainnya juga belum terlaksana. Masih berdasarkan keterangan sumber Serambi, sebelum kejadian itu massa yang hadir untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk tak begitu banyak. Massa justru membludak beberapa saat setelah kejadian itu atau setelah pelaksanaan shalat Zuhur.

Dihubungi Serambi kemarin sore, sumber di Kejari Sabang menyebutkan dua tervonis, termasuk seorang polisi, terbukti sebagai penyelenggara judi karena mereka sebagai penjual toto gelap (togel). Sedangkan seorang lagi sebagai pembeli togel tersebut. Bahkan, mereka bertiga ditangkap polisi, kemudian berkasnya dilimpahkan ke Kejari Sabang. Namun, sumber ini mengaku tak ingat persis nama ketiga tervonis, jika tak melihat data.  

“Jadi, polisi di Sabang dari awal juga sudah tahu sanksi sesuai qanun syariat Islam, termasuk bagi anggota polisi. Nah, yang menjadi pertanyaan, apakah tindakan melarang pencabukan terhadap oknum itu dilakukan atas nama institusi polisi atau keinginan pribadi?” kata sumber Serambi di Kejari Sabang.

Meski begitu, Kejari Sabang akan berkoordinasi kembali dengan pihak-pihak terkait, terutama Polres Sabang untuk segera mencambuk oknum polisi itu sesuai vonis majelis hakim Mahkamah Syar‘iyah Sabang, yaitu enam kali atau sama dengan dua terdakwa yang berstatus sipil. Vonis ini juga sama dengan tuntutan JPU Kejari Sabang. Ketiga terdakwa ini juga sudah menerima vonis tersebut atau tidak mengajukan banding.

Kapolres Kota Sabang, AKBP Chomariasih SH yang ditanyai Serambi per telepon tadi malam mengatakan, tindakan Wakapolres itu lebih karena pertimbangan ketertiban dan keamanan. “Soalnya, eksekusi cambuk itu dilaksanakan di depan umum. Di antara yang hadir ada keluarga tervonis. Nah, bukan tak mungkin kan tiba-tiba terjadi insiden yang di luar prediksi kita. Sementara polisi tak diminta hadir untuk pengamanan. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab?”

Ia menilai, eksekusi cambuk itu kurang koordinasi, karena tidak dimintakan polisi untuk mengamankannya. Ke depan, jika sudah dikoordinasikan dengan baik, dalam artian polisi sudah diminta hadir untuk mengamankan prosesi cambuk, maka oknum polisi yang sudah dinyatakan bersalah itu tetap boleh dicambuk.

Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H Faisal Ali berpendapat, seharusnya insiden seperti itu tak perlu terjadi, apalagi polisi yang akan dicambuk itu sudah berada di depan umum.  

Ia tambahkan, kalau seorang perwira polisi mengamankan anak buahnya dari hukuman cambuk di depan umum, maka itu contoh yang tidak baik untuk publik. “Persepsi publik terhadap lembaga kepolisian akan memudar gara-gara kejadian ini,” ucapnya.

Semestinya, siapa pun yang melanggar syariat Islam di Aceh, maka harus rela diberi sanksi dengan hukum Islam, tanpa mengintervensi. “Kami sesalkan kejadian itu,” ujar Faisal. (saf/sal/dik/swa)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
197763 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas