Selasa, 27 Januari 2015
Serambi Indonesia

Wakapolres Stop Eksekusi Cambuk

Jumat, 24 Mei 2013 11:33 WIB

BANDA ACEH - Puluhan warga dan jamaah Masjid Subussalam Kota Sabang yang hendak menyaksikan hukuman cambuk, Kamis (23/5) siang kemarin, kaget dengan kedatangan sejumlah perwira polisi yang kemudian menghentikan eksekusi itu. Rombongan polisi ini lalu membawa pulang seorang polisi yang akan dicambuk karena terlibat kasus maisir jenis judi toto gelap (togel).

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber Serambi di Sabang menyebutkan, rombongan perwira polisi itu dipimpin Wakapolres Sabang, Kompol Saiful B Lubis. Saat datang ke Masjid Agung, ia didampingi dua perwira dan lima petugas provost. Kedatangan perwira polisi ini menjelang pelaksanaan hukuman, sebelum shalat Zuhur.

Menurut sumber Serambi, tiba di Masjid Agung Subussalam sebagai tempat pelaksanaan hukuman, Wakapolres langsung marah-marah di hadapan sejumlah warga. Di lokasi tersebut juga ada Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Kasatpol Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, unsur Mahkamah Syar’iyah, dan jaksa dari Kejari Sabang, serta perwakilan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh.

Perwira menengah itu terus-menerus mengeluarkan pernyataan bernada protes terhadap uqubat cambuk tersebut. Dengan lantang Wakapolres mengatakan hukuman cambuk tidak berlaku bagi polisi dan tentara, sebab polisi dan tentara punya aturan hukum tersendiri.

“Hukuman cambuk ini tidak berlaku bagi dia (polisi -red). Dia akan saya hukum sendiri dengan aturan polisi. Kalian tidak tahu polisi dan tentara. Polisi dan tentara itu punya hukum sendiri, kenapa seperti ini, buat malu saja,” kata Wakapolres seperti dikutip sumber Serambi yang saat itu berada di lokasi.

Selagi Wakapolres mengeluarkan serangkaian pernyataannya, sejumlah anggota provost langsung masuk ke ruangan, tempat okum polisi yang akan dicambuk itu berada. Mereka lalu membawa pergi oknum polisi yang terjerat kasus judi togel tersebut. Semua pihak yang ada di lokasi hanya tercengang dan tak tahu harus berbuat apa.

Oknum polisi yang terjerat kasus judi tersebut, Kamis kemarin, rencananya akan dihukum cambuk bersama dua terdakwa lainnya. Ketiganya ditangkap Januari lalu di kawasan Kuta Barat, Sabang, karena melanggar Qanun Aceh Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir. Namun, eksekusi terhadap dua terdakwa lainnya juga belum terlaksana. Masih berdasarkan keterangan sumber Serambi, sebelum kejadian itu massa yang hadir untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk tak begitu banyak. Massa justru membludak beberapa saat setelah kejadian itu atau setelah pelaksanaan shalat Zuhur.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 108

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 108

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 108

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 108

Atas