Tafakur
Pendusta Agama
Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.” (QS. Al Maa’uun: 1-3).
Tiada seorang berakal pun berharap dirinya terjerumus dalam golongan pendusta agama. Namun demikian, tanpa menyadarinya, ada orang yang terperangkap dalam kelompok yang dimurkai Allah tersebut. Seperti orang-orang yang ditakdirkan memiliki kemampuan (seperti harta, tenaga, kesempatan, dan pikiran) dan juga yang bertugas mengurus umat, tetapi tidak mau menunjukkan kepeduliannya.
Dibandingkan memikirkan kebutuhan umat, sebahagian orang lebih banyak menghabiskan pikiran dan harta untuk hal-hal yang tidak penting. Padahal kebutuhan-kebutuhan fakir miskin dan anak-anak yatim seringkali bersifat primer, sehingga tidak bisa ditunda. Menundanya sama dengan mengundang bahaya yang lebih besar, karena bisa mendatangkan penyakit dan bahkan kematian.
Yang lebih parah lagi, oleh sebahagian orang, fakir miskin dan anak-anak yatim dimanfaatkan sebagai objek untuk mengumpulkan kekayaan pribadinya. Mereka (fakir miskin dan anak-anak yatim) hanya diatas-namakan, sehingga orang-orang yang merasa prihatin berusaha menyumbang semampunya. Namun, bagi pengambil manfaat, semakin banyak jumlah fakir miskin dan anak-anak yatim, semakin banyak jumlah harta yang dikumpulkan, baik dengan memotong sebahagian jatahnya atau mengambil seluruh haknya. Demikianlah perilaku pendusta agama.