Ribuan Warga Sesaki Danau Lut Tawar
Sekitar tiga ribuan warga sesaki Pante Menye, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. Para pengungjung sengaja datang ke pantai itu
TAKENGON - Sekitar tiga ribuan warga sesaki Pante Menye, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. Para pengungjung sengaja datang ke pantai itu untuk menyaksikan lomba adu perahu tradisional dan pacuan kuda dalam air, Minggu (26/5). Pengunjung sempat macetkan jalan di pantai timur Danau Laut Tawar itu.
Kasi Promosi Disparpora Aceh Tengah, Ir Khalisuddin, yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, lomba tersebut merupakan bagian dari Festival Danau Lut Tawar yang digelar Pemkab Aceh Tengah. “Animo masyarakat cukup tinggi menyaksikan acara ini, seribuan warga memadati arena lomba di pinggir danau,” katanya.
Pantauan Serambi, warga mulai terlihat sejak pukul 09.00 WIB dan bertahan hingga perlombaan usai jelang Maghrib. Warga terlihat membawa anggota keluarga termasuk anak-anak. Di sisi lain ratusan pedagang makanan memanfaatkan even tersebut untuk menjajakan dagangannya. Meski sempat diguyur hujan deras, pengunjung masih bertahan usai di tenda-tenda.
Saat gelombang danau kian besar, beberapa perahu terlihat sempat karam saat berlomba. Penonton tak henti-henti bersorak saat perahu berlaga.
Lomba perahu diikuti 57 peserta yang terdiri dari 40 klub dewasa dan 17 pelajar. Masing-masing perahu berisi empat pendayung, dimulai dengan babak penyisihan, 16 besar, delapan besar hingga final. Sementara pacuan kuda diikuti 16 peserta. Kuda-kuda yang berlomba di pantai harus berlari dalam air dengan kedalaman bervariasi antara 20 hingga 30 sentimeter.
Seorang peserta dayung mengatakan, acara seperti itu cukup bagus dan diupayakan dapat menjadi agenda tahunan. Mereka juga berharap agar sistem pertandingan lebih maksimal terutama masalah teknis dan tersedianya konsumsi untuk peserta. Peserta lomba perahu pelajar terbaik akan diikutsertakan dalam kualifikasi Pra PORA Aceh. (gun)