A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Hari Ini, Jaksa Eksekusi Terpidana Kasus Korupsi - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Hari Ini, Jaksa Eksekusi Terpidana Kasus Korupsi

Selasa, 28 Mei 2013 10:28 WIB
* Terkait Pengadaan Mobil KIP Aceh Timur

IDI - Hari ini, Selasa (28/5), Kejaksaan Negeri (Kejari) Idi, menjadwalkan untuk mengeksekusi dua lagi terpidana kasus korupsi pengadaan mobil Avanza di KIP Aceh Timur. Kedua terpidana itu yakni, mantan Kabag Hukum KIP Aceh Timur, Wadi Fatimah SH dan Staf, Marlina.

Informasi dihimpun Serambi, Kabag Hukum Pemkab Aceh Timur, Iskandar SH sudah mengabarkan pada Jaksa akan membawa dua terpidana untuk dieksekusi. Hal tersebut diakui oleh Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Idi Rayeuk, Mawardi SH, kepada Serambi Senin (27/5). “Jika tidak datang, kita akan jemput paksa, karena sudah tiga kali surat panggilan tidak bisa datang,”kata Mawardi.

Seperti diketahui, kasus pengadaan dua unit mobil dinas Komisi Independen Pemilu (KIP) Aceh Timur, jenis Toyota Avanza tahun 2008 di  yang melibatkan dua pejabat dan satu staf di lembaga penyelenggara Pemilu tersebut sudah mendapat keputusan hukum dari Mahkamah Agung. Ketiga dinyatakan bersalah setelah negara rugi hingga Rp 268 juta lebih. Namun, akhirnya uang negara sudah dikembalikan Rp 200 juta, dan sisanya Rp 22.878 akan segera diselesaikan. Selebihnya akan dibayar oleh dua rekannya yang lain.

Sebelumnya pada Maret 2013, Selasa (5/3), sekitar pukul 15.00 WIB, seorang di antaranya, Maimun, Kasubbag Tehnik KIP Aceh Timur datang untuk memenuhi undangan Kejari Idi untuk dieksekusi. Mawardi menambahkan, ketiganya dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan melakukan kerugian negara dan dikenakan pasal 3 ayat 1 juntho pasal 18  UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dimana hukuman pokok yang dikenakan terpidana yakni satu tahun dengan denda sebesar Rp 50 juta, subsider satu bulan kurungan.

Ditanya lamanya proses eksekusi, Mawardi mengakui bahwa Wadi Fatimah selama ini tidak bisa memenuhi panggilan karena anaknya sedang sakit. “Anak dioperasi kanker, jadi kemarin belum bisa datang,” pungkasnya.

Kasus korupsi pengadaan dua unit mobil dinas KIP Aceh Timur itu yang sempat menghebohkan terbongkar karena pengadaan dua unit mobil tersebut tidak pernah terlaksana. Rekanan yang disebut-sebut dari Lhokseumawe tidak pernah bisa mendatangkan kedua mobil ini ke KIP Aceh Timur. Polisi kemudian mulai melakukan pengusutan kasus tersebut. Sehingga, saat itu, empat staf Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur ditetapkan sebagai tersangka indikasi korupsi pengadaan dua unit mobil kendaraan roda empat seharga Rp 268 juta. Mereka lantas ditahan di Mapolres setempat.

Mereka adalah, Dirhamsyah, tenaga honorer yang sekarang PNS di KIP Aceh Timur. Selanjutnya Maimun SE selaku pembuat dokumen dari awal hingga pengamprahan uang ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan dan Keuangan Negara (KPPKN) di Langsa untuk penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Selanjutnya, Wadi Fatimah SH selaku pejabat yang diberi wewenang menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) dan Marlina ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Keempat tersangka ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena dalam pembuatan administrasi mereka melanggar Keppres Nomor 80/2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 66/2005. Meski sempat mencuat adanya keterlibatan anggota KIP Aceh Timur dalam kasus tersebut, namun pengadilan tidak mendapatkan adanya bukti-bukti dugaan keterlibatan anggota komisioner.(yuh)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
199143 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas