• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Serambi Indonesia

BMKG: Pembakaran Lahan Sumber Kabut Asap

Sabtu, 1 Juni 2013 11:36 WIB
MEULABOH - Pihak Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Cut Nyak Dhien di Kubang Gajah, Nagan Raya menyatakan, sumber asap yang selama ini kerap mengepung sejumlah wilayah di pantai barat Aceh, meliputi Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya akibat pembakaran di lahan kebun warga.

“Pembakaran di lahan kebun itu telah menimbulkan asap yang mengganggu pengguna jalan, dan kabut asap selalu terjadi di lokasi yang sama,” ujar Kepala BMKG setempat, Edi Darlupti SE, Jumat (31/5).

Edi mengimbau agar warga tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. “Dalam hal ini, Pemkab masing-masing kabupaten perlu menyampaikan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan, sehingga tidak menyebabkan kabut asap yang disangat dirasakan pada malam hari dan pagi hari, di kawasan Nagan Raya dan Aceh Barat,” imbaunya.

Edi mengaku, kabut asap yang melanda sejauh ini tidak terganggu penerbangan, tetapi hanya mengganggu pandangan pengguna jalan. Sedangkan lokasi yang selama ini kerap menjadi sumber asap yakni, perbatasan Aceh Barat dan Nagan Raya di Suak Puntong, dan perbatasan Aceh Barat-Aceh Jaya di kawasan Kaye Lon. Ditambah beberapa titik lain di sekitar kawasan itu.

Lakukan Koordinasi

KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Nofrizal ditanyai Jumat kemarin mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Barat termasuk melakukan pengecekan terhadap lahan-lahan kebun yang menjadi sumber kabut asap. “Dari data yang diperoleh di Aceh Barat, lahan terbakar terjadi di kawasan perbatasan Kecamatan Bubon dan Kaway XVI, kami sudah minta warga agar tidak membakar lahan,” ujar Nofrizal.(riz)
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
201233 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas