Rabu, 26 November 2014
Serambi Indonesia

Harga Elpiji 3 Kg Lebihi HET

Sabtu, 1 Juni 2013 13:02 WIB

BIREUEN - Warga Bireuen mengeluhkan harga elpiji 3 kiogram (Kg) yang dijual pedagang pengecer Rp 22.000 per tabung. Pasalnya, harga itu melebihi harga enceran tetap (HET) yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 15.500 per tabung.

Razali (48), warga Cot Mesjid, Bireuen, Kamis (30/5) mengatakan, dirinya sudah tiga kali membeli elpiji 3 Kg di kios pengecer kawasan Juli dengan harag Rp 22.000 per tabung. “Kata pedagang pengecer harganya naik dari pangkalan. Karena butuh, saya tetap membelinya,” ujar Razali.

Iskandar (38), warga Samalanga juga mengatakan, dalam sepekan terakhir elpiji tiga kilogram di wilayah itu mulai langka. Pedagang pengecer menjualnya Rp 20.000 sampai Rp 22.000 per tabung. Karena itu, ia meminta pihak terkait menertibkan pedagang yang menjual elpiji 3 Kg dengan harga di atas HET.

Ayusman (50), penyalur elpiji 3 kg di Bireuen mengatakan, pihaknya menjual elpiji 3 Kg ke pangkalan Rp 13.500. Sementara pangkalan menjualnya ke pedagang pengecer Rp 15.000-Rp 16.000 per tabung. “Pangkalan tidak boleh menjual elpiji ke pedagang pengecer atau kios lebih dari harga tersebut,” terangnya. Menurut Ayusman, stok elpiji 3 Kg sekarang tidak stabil karena sejak Maret lalu ada pengurangan kouta dari Pertamina.

Beberapa pedagang pengecer berdalih mereka membeli elpiji 3 Kg di pangkalan dengan harga Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per tabung. “Karena harus mengeluarkan biaya angkutan dan membeli dalam jumlah yang kecil yaitu sekitar 20 tabung, saya harus menjual 22 ribu rupiah per tabung,” kata Mahdi, pedagang pengecer di Kota Juang, Bireuen.

Kadisperindagkop Bireuen, Darwansyah mengatakan, saat ini timnya sudah berada di lapangan untuk mengawasi dan mengumpulkan data-data pangkalan dan pedagang pengecer elpiji 3 Kg dan menemukan ada pengecer yang menjual elpiji 3 kilogram Rp 22.000 per tabung sesuai laporan masyarakat. “KIta akan tindak tegas penyalur, pemilik pangkalan dan pengecer yang menjual epiji di atas HET dan bisa dicabut izin usahanya,” tegas Darwansyah.(c38)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas