• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Hasil Rontgen, Korban Alami Pembekuan Darah di Dada

Minggu, 2 Juni 2013 10:34 WIB
* PGRI Serahkan Bantuan

LHOKSEUMAWE – Muhammad Sulaiman, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Kabid Pora) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara, yang menjadi korban pengeroyokan komplotan mafia proyek, hingga Sabtu (1/6) kemarin, masih dirawat di RS Kesrem Lhokseumawe.    

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Serambi saat membezuk korban di ruang perawatan RS Kesrem Lhokseumawe, kemarin, Muhammad mengalami pembekuan darah di bagian dada. Hal itu baru diketahui berdasarkan hasil rontgen yang dirilis pihak RS Kesrem Lhokseumawe, Sabtu (1/6).

“Kemungkinan besar terjadi pembekuan darah di bagian dada saya akibat ditendang oleh salah satu dari enam pria yang mengeroyok saya saat kejadian itu,” kata Muhammad kepada Serambi, kemarin.

Meski demikian, lanjut Kabid Pora Disdikpora Aceh Utara itu, ia merasa kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya. “Tapi dokter belum mengizinkan saya pulang ketika saya tanyakan kondisi saya. Menurut dokter, saya harus dirawat inap sampai kondisi lebih baik. Tapi saya belum tahu sampai kapan,” ujar Muhammad.

Muhammad dikeroyok enam ‘preman gampong’ pencari proyek, di halaman kantornya, Disdikpora Aceh Utara, di Lhokseumawe, Rabu (29/5) sekitar pukul 11.30 WIB, karena dirinya tak mampu memenuhi permintaan enam pria yang meminta proyek pada dirinya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi MH menyebutkan, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi untuk proses penyelidikan kasus tersebut. “Sudah ada beberapa saksi yang sudah kita periksa untuk proses penyelidikan kasus itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Utara Jamaluddin kepada Serambi, kemarin, menyesalkan pengeroyokan yang terjadi terhadap Muhammad. “Jika ada persoalan kan bisa diselesaikan secara baik-baik. Jangan main hakim sendiri begitu,” kata Jamaluddin.

Disebutkan, pihaknya meminta Pemkab Aceh Utara untuk membantu penyelesaian kasus tersebut. Selain itu, sambung Jamaluddin, kemarin pengurus PGRI Aceh Utara menyerahkan bantuan kepada Muhammad. “Korban itu anggota PGRI. Kami serahkan proses hukum yang ditempuh korban,” pungkas Jamaluddin.

Seperti diberitakan sebelumnya, gara-gara proyek yang diminta tak dikabulkan, Muhammad Sulaiman (53), Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Kabid Pora) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara, Rabu (29/5) dikeroyok oleh enam pria di halaman kantornya.(c37/c46)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
202073 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas