Senin, 6 Juli 2015

Di Medan, Murai Batu Aceh Paling Laris

Jumat, 7 Juni 2013 10:32

MEDAN - Burung murai batu asal Aceh yang sudah resmi menjadi satwa dilindungi ternyata memiliki penggemar tersediri di Medan. Bahkan untuk mendapatkan burung yang memiliki kicauan khas itu, penggemarnya rela merogoh kocek dalam.

Murai batu aceh dinilai pecinta burung di Medan memiliki kecantikan yang berbeda dengan burung sejenis dari daerah lain. Ciri khas yang menandakan burung ini dari Aceh bisa dilihat dari ekornya yang sangat menarik.

Selain panjang, ekor burung ini memiliki dua warna. Hal itu tidak dimiliki murai batu dari daerah lain. “Ekornya lebih panjang dan berlapis ada dua warna. Kalau murai batu lain hanya satu warna,” kata Iskandar (40), yang menggeluti bisnis jual beli burung sejak 10 tahun lalu, Kamis (6/6).

Menurutnya, kelebihan pada ekor itulah yang membuat murai batu asal Aceh diminati pecinta burung dari pelosok daerah Indonesia. Untuk saat ini, pasaran harga murai batu aceh berkisar Rp 4 juta hingga 5 juta. Sedangkan untuk yang masih muda dihargai Rp 1 juta.

Sejauh pengetahuannya, hanya murai asal Padangsidempuan yang menandingi kecantikan murai batu aceh. “Yang dari Nias juga kalah. Orang nggak mau ambil kalau nggak dari Aceh atau Padangsidempuan,” ujarnya.

Jenis burung asal Aceh lainnya yang banyak diminati ialah Kacer. Dibocorkannya, pengambilan dari Aceh biasanya Rp 100 ribu, tapi di Medan bisa terjual Rp 500 ribu. “Saya juga kurang tahu kenapa Kacer Aceh disukai. Pokoknya bilang saja dari Aceh, pasti ada yang beli itu,” bebernya.

Meski burung asal Aceh paling banyak dicari pecinta burung, tetapi dua tahun belakangan ini peredarannya di pasar semakin langka. Menurut pedagang burung, Iskandar, kelangkaan terjadi karena stok burung di alam liar Aceh yang sudah berkurang.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas