Minggu, 26 April 2015
Home » Opini

Menuntut Keseriusan Pengelola Bidikmisi

Sabtu, 8 Juni 2013 09:55

PEMERINTAH melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) telah menggelontorkan program beasiswa Bidikmisi, mulai tiga tahun lalu atau tepatnya sejak 2010. Program ini diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin namun berprestasi serta mempunyai minat untuk melanjutkan pendidikanya.

Seperti yang kita ketahui, di Indonesia tingkat kemiskinan penduduk bisa dikatakan masih cukup tinggi. Dari keluarga miskin itu tidak semuanya mampu menorehkan prestasi dalam pendidikannya. Bagi mereka yang berprestasi masalah utama yang menjadi kendala untuk melanjutkan pendidikan adalah keuangan. Maka dengan digelontorkannya program beasiswa Bidikmisi ini harapannya mampu memberi solusi pada mereka yang terkendala permasalahan tersebut.

Sesuai jargon yang tertera pada logonya yaitu “Menggapai asa memutus mata rantai kemiskinan”, bidikmisi merupakan sumber optimisme bagi anak negeri yang terkendala secara finansial untuk melanjutkan pendidikannya. Program ini juga menunjukkan kepedulian pemerintah dengan problematika kesenjangan sosial dalam berpendidikan antara masyarakat ekonomi kelas atas dan masyarakat kelas bawah.

Sehingga tidak lagi memandang tingkat finansial dari masyarakat, pendidikan secara merata dapat diberikan dan dinikmati oleh mereka yang berhak mendapatkannya. Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 31 UUD 1945 bahwa hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak sepenuhnya dijamin oleh pemerintah. Diharapkan melalui pendidikan, kemiskinan di negeri ini dapat diberantas secara tuntas.

Pendidikan merupakan salah satu instrumen utama untuk membangun negeri. Hal ini mengacu pula pada jabaran UUD 1945 tentang pendidikan yang dituangkan dalam Pasal 3 UU No.20 Tahun 2003, yang isinya: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Dengan mendapatkan tujuan dari pendidikan dalam pasal tersebut, akan lebih mudah bagi kaum terdidik untuk membangun bangsa. Karena itulah mengapa jaminan akan hak berpendidikan sangat urgen untuk diberikan kepada setiap warga negara. Bidikmisi sebagai salah satu solusi atas jaminan berpendidikan warga negara dari kelas ekonomi bawah, merupakan strategi tepat yang diluncurkan pemerintah. Setiap mahasiswa mendapatkan total dana sebesar Rp 6 juta tiap semesternya.

Dana tersebut terdiri dari dana untuk daftar ulang, biaya makan, tempat tinggal dan biaya pengembangan akademik mahasiswa yang berlaku selama empat tahun masa kuliah. Selain di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN). Bahkan, mulai 2011 lalu, Dikti juga memberikan anggaran dana Bidikmisi untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), meskipun kuota untuk PTS tidak sebanyak di PTN maupun PTAIN.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas