• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Filmmaker Asing Isi Workshop di Unimal

Minggu, 9 Juni 2013 13:51 WIB
Filmmaker Asing Isi Workshop di Unimal
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Mahasiswa dari Fakultas Fisip Ilmu Sosial dan Politik Unimal, mengikuti pemutaran film dokumenter di Aula Komunikasi, kampus Bukit Indah Lhokseumawe, Sabtu (8/6). SERAMBI/ZAKI MUBARAK

* Rangkaian Acara Konferensi Internasional


LHOKSEUMAWE - Pegiat film asing yaitu Profesor Issac Kerlow dari Nanyang Technological University (NTU) Singapore, Dag Yngvesson dari Swedia, Aryo Danusiri dari Harvard University Amerika Serikat, serta Davi Abdullah dari Muharram Journalism College (MJC) Banda Aceh, dan Muhammad Fazil dari Unimal Lhokseumawe menjadi pemateri dalam Aceh Documentary Film Forum (ADFF) di aula Program Studi (Prodi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Sabtu (8/6).

“Ini merupakan rangkaian acara konferensi internasional, ADFF difasilitasi oleh ICAIOS sementara pesertanya terdiri atas pegiat film di Aceh dan umum. Tindak lanjut acara ini adalah terbentuknya komunitas film se-Aceh,” ujar Ketua Panitia, Anismar MSi kepada Serambi di sela-sela acara.

Ia menjelaskan Unimal dalam hal ini Prodi Komunikasi menyelenggarakan workshop dengan harapan mahasiswa bisa belajar langsung dari praktisi dalam menggarap film dokumenter. Apalagi, tambahnya peserta juga datang dari universitas lain di Aceh seperti Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh,Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, dan peserta seminar International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) dengan jumlah peserta 185 orang. Hal ini tambahnya, guna menumbuhkan film dokumenter yang bersifat keacehan.

“Minat peserta cukup bagus, namun karena kapasitas tempat kami membatasi jumlah peserta dengan mengutamakan komunitas perfilman,” imbuhnya.

Sementara itu dosen Ilmu Komunikasi Unimal, Subhani MSi mengatakan, minat mahasiswa jurusan tersebut terhadap perfilman cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan juara ke-2 yang diraih mahasiswa jurusan itu di salah satu ajang perlombaan perfilman di Banda Aceh.

Ada pun workshop tersebut kata Subhani, selain memutar film karya Aryo Danusiri berjudul ‘Dancing With The Elephant’ dan karya Davi Abdullah, ‘Sustanable Sea Fisheries’ juga diisi dengan mengupas materi mulai teknik menggali ide, bagaimana menjadi filmmaker profesional, hingga strategi director film dokumenter di wilayah konflik.(nr)
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas