• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Serambi Indonesia

KfW Jerman Percepat Hibah Rp 111 Miliar untuk Aceh

Sabtu, 15 Juni 2013 15:37 WIB
SELAIN menyetujui program pembangunan rumah sakit regional di Aceh, Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW) atau Bank Pembangunan Jerman, juga telah menyetujui percepatan dana hibah senilai 8,5 juta euro atau lebih dari Rp 111 miliar untuk Aceh. Dana ini diperuntukkan bagi kepentingan melestarikan sumber daya alam dan hutan, serta kesejahteraan rakyat, khususnya yang berada di wilayah Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

“Kreditanstalt fur Development Bank menyetujui percepatan dana hibah 8,5 juta euro untuk kegiatan ‘biodiversity conservation and climate protection in ecosystem Leuser’ (konservasi keanekaragaman hayati dan perlindungan iklim di Ekosistem Leuser) tahun 2013,” tulis Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Iskandar MSc melalui surat elektronik (e-mail) kepada Serambi, Jumat (14/6).  

Iskandar mengatakan, persetujuan tersebut disampaikan pejabat KfW di bidang investasi perubahan iklim, Dr Marcus Stewen, dalam pertemuan lanjutan dengan delegasi Pemerintah Aceh di Kantor Pusat KfW Development Bank, Frankfurt, Jerman, Kamis (12/6) waktu setempat.

Delegasi Aceh dipimpin Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Pemangku Wali Nanggroe Tgk Malik Machmud Al-Haytar, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh dr M Yani, serta staf Khusus Gubernur Aceh, Muzakkir A Hamid.

Dalam pertemuan itu, sebut Iskandar, Gubernur Aceh beserta dirinya selaku Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh memberikan penjelasan detail tentang program yang dilaksanakan Pemerintah Aceh. Gubernur memaparkan materi dengan judul ‘Aceh Spatial Plan and Reforestration Program’ (Rencana Tata Ruang dan Program Reboisasi Aceh). “Kebijakan Pemerintah Aceh sangat jelas, yakni menjaga kesinambungan antara pembangunan, serta melestarikan sumber daya alam dan hutan untuk menjaga kesejahteraan rakyat Aceh,” kata Iskandar mengutip paparan Gubernur Zaini Abdullah.  

Iskandar menambahkan, dalam pertemuan itu Gubernur Aceh meminta agar penandatanganan kesepakatan penyaluran dana hibah atau financial agreement KfW dengan Menteri Keuangan dan Menteri Kehutanan dapat dilaksanakan di Aceh. “Karena ini adalah proyek utama Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur Aceh dalam menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa Pemerintah Aceh sangat mendukung konservasi hutan Aceh, terutama di kawasan Ekosistem Leuser,” tulis Iskandar.

Fokus 3 kabupaten
Marcus Stewen dalam penjelasan dan keputusan KfW  menyatakan, pelaksanaan kegiatan di kawasan Leuser ini difokuskan untuk Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Adapun kegiatan utama yang akan dilaksanakan dengan dana hibah ini, antara lain, perbaikan pemanfaatan lahan perencanaan dan zonasi konservasi, menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat di kawasan penyangga Ekosistem Leuser, serta pariwisata berbasis lingkungan, seperti habitat orang utan di Aceh Singkil, serta kegiatan lainnya dalam rangka menjaga keselestarian alam.

Pada sesi penutupan pertemuan itu, Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Jerman dan KfW yang telah memberikan bantuan kepada rakyat Aceh untuk menjaga keselamatan hutan Aceh.

“Wali Nanggroe menyampaikan kebijakan hutan Aceh menjadi prioritas utama Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf dalam lima tahun ini, seperti telah dituangkan dalam rencana pembangunan Aceh lima tahun (2012 sampai 2017),” papar Iskandar. (nal)
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas