Selasa, 9 Juni 2026

Anis Matta: Lupakan Prahara

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, tampil memukau dan mampu membakar semangat ribuan kader PKS Aceh

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Anis Matta: Lupakan Prahara
SERAMBI/BUDI FATRIA
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta disambut para penari saat meninggalkan Ajong Mon Mata usai acara pembekalan dan konsolidasi calon anggota legislatif PKS Aceh, Sabtu (16/6).
* Bakar Semangat Kader PKS di Banda Aceh

BANDA ACEH - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, tampil memukau dan mampu membakar semangat ribuan kader PKS Aceh dalam orasi politiknya di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Minggu (16/6).

Sejumlah petinggi DPP PKS juga ikut hadir seperti Sekjen PKS Taufik Ridho, Andi Rahmat, Chairul Anwar, serta sejumlah anggota DPR RI dari PKS, Nasir Djamil dan Raihan Iskandar, Ketua DPW PKS Aceh Ghufran Zainal Abidin serta jajaran pengurus.

Anis mengajak para kader PKS untuk melupakan prahara politik yang melilit PKS, seterusnya fokus pada kerja-kerja dakwah dan pemenangan Pemilu Legislatif 2014 di Aceh. “Lupakan prahara politik yang ada saat ini. Kita masih percaya pada nama besar PKS. Lebih dari itu kita ingin memastikan dan percaya pada cita-cita partai,” kata Anis disambut tepuk tangan riuh para kader.

Kehadiran Anis di Aceh bagian dari rangkaian kunjungan ke seluruh Indonesia, untuk memberi semangat kader dan calon anggota legislatif se-Aceh dari PKS dalam menghadapi Pileg 2014.

Sepanjang orasi politiknya Anis menukilkan sejumlah tamsilan yang mengarah pada kondisi PKS saat ini. Tamsilan itu ternyata membuat para kader yang berada di dalam dan luar gedung seperti “tersuntik” energi baru. Suasana orasi sesekali berlangsung tegang, kadang haru dan kadang penuh emosi diwarnai lelucon.

Anis yang juga seorang motivator ini tampak piawai dalam mengelola suasana batin dan emosi para kader PKS yang sebagian besarnya juga dihadiri kaum wanita. Sesekali tedengar suara takbir “Allahuakbar” di tengah orasi berlangsung. Takbir yang diucapkan spontan ini diikuti para kader di dalam ruangan yang kemudian mengubah suara orasi menjadi lebih hidup.

Kepiawain Anis juga tampak ketika lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 28 September 1968 itu menukilkan dalil-dalil Alquran, yang dikaitkan dalam konteks kiprah politik PKS saat ini. Terutama pascakasus suap impor daging sapi yang melibatkan mantan Presdien PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Dia menggambarkan, PKS saat ini ibarat sebuah pesawat yang tengah terbang dalam cuaca ekstrem. Tak seorang pun sebelumnya memperkirakan pesawat akan mengalami turbulensi (goncangan) dalam perjalangan.

“Tapi apa yang harus dilakukan? Pesawat harus terus berjalan meskipun dihadang badai di depan, kanan dan kiri. Dan suatu ketika nanti angin itu akan muncul dari belakang dan mendorong badan pesawat akan terbang lebih cepat dari perkiraan,” tamsilnya.

Dalam orasi pilitiknya yang berapi-api, Anis menyebutkan saat ini ada dua tantangan yang dihadapi PKS. Pertama dari lawan politik dan kedua berasal dari pemilih. “Bagi PKS, dalam menghadapi tantangan lawan politik sangat simpel, lupakan dan kemudian serahkankan kepada Allah,” sebutnya.

Menurutnya apa pun situasi yang terjadi pada tubuh PKS semuanya harus dihadapi dengan sabar, dan menyerahkannya kepada Allah. Konsep inilah yang harus ditanamkan kepada para kader agar seberat apapun badai yang menerpa, PKS tetap eksis. “Semua ini merupakan skenario Allah yang tidak pernah seorang pun tahu apa hikmahnya,” katanya.

Dalam konferensi pers kepada wartawan Anis menyebutkan, PKS menargetkan pada Pileg 2014 dapat masuk tiga besar. Ia juga menegaskan konsistensi PKS menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menurut rencana akan diumumkan pemerintah dalam waktu dekat.(sar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved