Tafakur
Berbagi
Dalam setiap rezeki kita ada bagian (yang penting bagi) orang lain. Seperti penting untuk menyambung kehidupan
Dalam setiap rezeki kita ada bagian (yang penting bagi) orang lain. Seperti penting untuk menyambung kehidupan saudara-saudara yang hidupnya kebetulan sedang melarat. Menyadari hal ini, orang-orang beriman samasekali tak ingin menahan bagian orang lain. Dan lazimnya, orang-orang yang lapang dada menyisihkan bagian dari rezekinya untuk orang-orang yang pantas menerimanya, akan mendapat banyak manfaat untuk dirinya.
Bagi yang ikhlas berbagi, antara lain, akan dimudahkan dalam memperoleh rezeki yang lain, bahkan dari sumber yang tak disangka-sangka. Hidup juga akan terasa tenang dan tenteram. Apalagi harta yang masuk ke dalam tubuh dan selanjutnya menjadi daging dan darah berasal dari yang halal dan diberkahi. Itulah di antara kebaikan atau keberkahan yang diterima di dunia ini oleh hamba-hamba yang suka berbagi untuk kebaikan orang lain. Itu di antara janji Allah untuk dirasakan kepada hamba-hambaNya ikhlas yang berbuat baik.
Lain lagi dengan sebahagian orang yang sebatas mengetahuinya, tetapi tidak mau menyadari pentingnya mengeluarkan bagian dari rezeki untuk orang lain. Orang seperti ini bukan hanya tak mau berbagi, tetapi juga serakah mengambil hak-hak orang lain. Akibat keserakahan ini, akan terus dirundung perasaan gelisah dan tidak cukup. Bagaikan orang-orang yang terus-menerus makan tetapi tidak pernah merasa kenyang, kata Rasulullah.