Pelari NTB Juara Aceh Open
Pelari Nusa Tenggara Barat (NTB), Ridwan berhasil tampil menjuarai maraton 10 K Aceh Open 2013 di Kota Langsa, Minggu (16/6)
Ridwan tampil sebagai juara setelah mencatat waktu 33.47,52. Karena itu, dia berhasil menjadi juara baru untuk Aceh Open edisi ke-14 ini. Pasalnya, juara bertahan asal Palembang, Jauhari tidak ambil bagian. Karena, dia lebih memilih untuk berlomba di Bali Maraton Internasional yang juga berlangsung kemarin. Sehingga, dengan hasil ini maka Ridwan berhak menerima hadiah Rp 30 juta.
Hanya saja, untuk perlombaan kali ini, panitia hanya memperlombakan khusus untuk putra saja. Pun begitu, sebanyak 38 pelari nasional dan luar daerah juga ikut serta. Dari hasil perlombaan, hanya ada satu pelari asal Aceh yang masuk di posisi 10 besar. Andi berhasil finish di nomor 8.
Lomba ini mengambil rute yakni start dari depan Tribun Utama Lapangan Merdeka Langsa, mengarah ke Jalan A Yani-Jalan Sudirman- Jalan Malik Ibrahim Simpang Komodor, lalu kembali lagi ke Jalan A Yani dan finish di Lapangan Merdeka. Wakil Wali Kota Langsa, Drs Marzuki Hamid MM melepas bendera start, serta dihadiri Kadispora Aceh, Buchari AKS, dan Kadisporabutpar Langsa, Karnaini.
Pada kesempatan itu, Marzuki Hamid mengatakan, melalui even lomba lari tersebut setidaknya dapat memperkenal tentang kondisi Langsa dan Propinsi Aceh. Terlebih, Langsa merupakan kota jasa yang sedang melakukan pembenahan dan perubahan menuju kota peradaban yang Islami.
“Saya berharap melalui even ini muncul pelari Kota Langsa yang nantinya bisa bersaing di kancah nasional. Kepada generasi muda jauhilah narkoba, lebih bagus berolahraga daripada menggunakan narkoba yang dapat merusak mama depan dan moral. Dengan tanpa memakai narkoba, selain sehat jasmanai dan rohani, kita juga bisa berprestasi,” katanya.
Kadispora Aceh, Bukhari AKS menjelaskan, Aceh Open Marathon 2013 yang diselenggarakan Dispora Provinsi Aceh memperebutkan hadiah total Rp 80 juta. Pada edisi ke-14 ini, perlombaan diikuti 1.199 peserta dari Aceh dan luar daerah. Misalnya, pelari dari Sumatera Utara, Sulawesi, NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat. Aceh Open adalah kalender tetap dari pihaknya, sehingga ke depan akan tetap mereka pertahankan.(c42)