Selasa, 9 Juni 2026

Granat Meledak, Satu Luka-luka

Khairul Sabri (17), siswa asal Desa Blang Weu Panjoe Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe mengalami luka-luka di lengan

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Granat Meledak, Satu Luka-luka
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
KHAIRUL SABRI (16), warga Blang Weu Panjoe, yang menjadi korban ledakan granat pelontar saat dirawat di RS Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, Senin (17/6).
LHOKSEUMAWE - Khairul Sabri (17), siswa asal Desa Blang Weu Panjoe Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe mengalami luka-luka di lengan kirinya. Hal itu terjadi setelah korban terkena serpihan granat pelontar yang meledak saat ia melemparnya ke tanah pada Senin (17/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah kejadian tersebut, Khairul dibawa ke Rumah Sakit PMI Aceh Utara di Lhokseumawe untuk mendapat perawatan.

Khairul yang ditemui Serambi di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) PMI Aceh Utara mengatakan, dirinya menemukan granat pelontar itu di lapangan tembak Detasemen B Jibom Jeuleukat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. “Saya mengira bom (granat pelontar-red) itu tidak aktif lagi, makanya saya ambil,” ungkapnya.

Seteleh mengambil granat tersebut, menurut Khairul, dirinya membawa benda itu ke rumah Abdullah (25), warga desa yang sama. “Granat tersebut kemudian saya lempar ke tanah yang berjarak sekitar dua meter. Benda itu langsung meledak, dan tiba-tiba lengan saya sudah berdarah yang disertai rasa sakit,” jelas Khairul.

Setelah it, Khairul langsung dibawa keluarganya ke RS PMI Aceh Utara untuk mendapat perawatan awal, dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia untuk dioperasi. “Saya sempat melihat dia memegang bom tersebut, tiba-tiba saya sudah mendengar letusan di rumah saya,” kata Abdullah.

Tak lama kemudian, lanjut Abdullah, dirinya melihat bagian lengan Khairul sudah berdarah. “Saat dilempar saya tak sempat melihatnya karena sedang dalam rumah, tapi suara ledakan granat tersebut mengagetkan warga sekampung,” timpalnya.

Syamsiah (40), ibu korban mengatakan, dirinya baru mendapat informasi putranya terkena serpihan granat pelontar setelah diberitahukan warga lain. “Saat saya melihat ia membawa bom itu, langsung saya suruh buang. Tiba-tiba, saya mendengar suara ledakan, saya mengira itu suara letusan ban mobil,” ujar Syamsiah. Kini kasus itu sedang diselidiki Polres Lhokseumawe.(c37)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved