Granat Meledak, Satu Luka-luka
Khairul Sabri (17), siswa asal Desa Blang Weu Panjoe Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe mengalami luka-luka di lengan
Khairul yang ditemui Serambi di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) PMI Aceh Utara mengatakan, dirinya menemukan granat pelontar itu di lapangan tembak Detasemen B Jibom Jeuleukat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. “Saya mengira bom (granat pelontar-red) itu tidak aktif lagi, makanya saya ambil,” ungkapnya.
Seteleh mengambil granat tersebut, menurut Khairul, dirinya membawa benda itu ke rumah Abdullah (25), warga desa yang sama. “Granat tersebut kemudian saya lempar ke tanah yang berjarak sekitar dua meter. Benda itu langsung meledak, dan tiba-tiba lengan saya sudah berdarah yang disertai rasa sakit,” jelas Khairul.
Setelah it, Khairul langsung dibawa keluarganya ke RS PMI Aceh Utara untuk mendapat perawatan awal, dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia untuk dioperasi. “Saya sempat melihat dia memegang bom tersebut, tiba-tiba saya sudah mendengar letusan di rumah saya,” kata Abdullah.
Tak lama kemudian, lanjut Abdullah, dirinya melihat bagian lengan Khairul sudah berdarah. “Saat dilempar saya tak sempat melihatnya karena sedang dalam rumah, tapi suara ledakan granat tersebut mengagetkan warga sekampung,” timpalnya.
Syamsiah (40), ibu korban mengatakan, dirinya baru mendapat informasi putranya terkena serpihan granat pelontar setelah diberitahukan warga lain. “Saat saya melihat ia membawa bom itu, langsung saya suruh buang. Tiba-tiba, saya mendengar suara ledakan, saya mengira itu suara letusan ban mobil,” ujar Syamsiah. Kini kasus itu sedang diselidiki Polres Lhokseumawe.(c37)