MPU Aceh Besar Perkuat Peran Khatib
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar melaksanakan pelatihan khatib Jumat sebagai upaya penguatan akidah
JANTHO - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar melaksanakan pelatihan khatib Jumat sebagai upaya penguatan akidah umat dalam menghadapi aliran sesat dan kristenisasi. Pelatihan berlangsung di Wisma Hijrah Center, Lambaro, 18-20 Juni 2013.
Ketua MPU Aceh Besar, Tgk H Muhammad kepada Serambi mengatakan, peserta pelatihan berasal dari 23 kecamatan se-Aceh Besar dengan rincian tiga orang/kecamatan. “Selain khatib aktif juga kader,” kata Tgk Muhammad didampingi Sekretaris MPU Aceh Besar, Tgk Fadli.
Menurut Tgk Muhammad, tujuan pelatihan antara lain untuk lebih meluasnya penyebaran dakwah kepada umat, termasuk ke pelosok-pelosok desa guna mempersempit ruang gerak aliran sesat. “Akhir-akhir ini di Aceh Besar marak dengan aliran sesat. Kita terus memperkuat peran khatib guna menangkal aliran sesat tersebut,” ujar Tgk Muhammad. “Tujuan lainnya dari pelatihan ini agar khatib mengetahui hukum yang berkaitan dengan harta wakaf dan sedekah untuk masjid. Ini penting agar ketika menjadi pengurus masjid tidak salah mengelola harta agama tersebut,” lanjut Ketua MPU Aceh Besar.
Pelatihan khatib selama tiga hari di Lambaro, menurut Tgk Muhammad merupakan tindak lanjut lokakarya bertema penguatan akidah umat dalam menghadapi aliran sesat dan kristenisasi yang berlangsung baru-baru ini. Sedangkan selanjutnya akan ada pelatihan imam meunasah dan imam masjid dengan peserta mencapai 110 orang. “Insya Allah semua program tersebut bisa terlaksana dengan baik dan sukses,” demikian Ketua MPU Aceh Besar. (nas)