• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Pengecer BBM di Galus Mulai Hilang

Rabu, 19 Juni 2013 09:33 WIB
* Pemilik Bongkar Sendiri

BLANGKEJEREN - Seratusan kios pedagang pengecer ilegal BBM jenis bensin atau solar mulai hilang di sepanjang jalan Blangkejeren, Gayo Lues (Galus) dan sekitarnya. Ternyata, pemilik telah membongkar sendiri kios miliknya untuk menghindari terkena razia tim gabungan yang mulai beroperasi pada Selasa (18/6).

Sehari sebelumnya, Pemkab Galus bersama unsur Muspida Plus, baik Polri maupun TNI telah sepakat menggelar razia besar-besaran untuk mencegah terjadinya penimbunan atau juga kelangkaan jelang kenaikan harga BBM. Dalam operasi kemarin, tim gabungan juga menjaga ketat penyaluran BBM di dua SPBU, Raklunung dan Pengkala.

Berdasarkan pantauan Serambi, kemarin pagi di sejumlah ruas jalan di Blangkejeren dan Kutapanjang, para agen pengecer BBM sudah membongkar kios BBM-nya sendiri sebelum tim gabungan tiba. Sehingga, di sisi jalan terlihat lengang, tanpa ada jejeran kios pengecer lagi, seperti sebelumnya, diduga para pedagang pengecer sudah mengetahui akan adanya razia.

Begitu juga halnya di seputaran SPBU Pengkala, kios pengecer juga tidak terlihat lagi, juga dibongkar pemiliknya, kecuali dua kios pengecer yang memiliki izin. Hilangnya kios pengecer telah membuat para pencari BBM di kios pengecer kewalahan, karena SPBU juga tidak beroperasi, kemarin.

“Agen pengecer yang tidak memiliki izin usaha harus ditertibkan, termasuk yang berizin, jika tidak menjual sesuai HET pemerintah, Rp 6.000/liter,” ujar salah satu anggota tim gabungan di Blangkejeren. Dia menegaskan, jika ada pengecer berizin menjual harga bensin atau solar di atas HET, maka izinnya akan dicabut.

Dia menyebutkan, tim gabungan tidak perlu lagi membongkar kios pengecer tak berizin, karena pemiliknya sudah membongkar terlebih dahulu. Dia menambahkan, seluruh agen pengecer ilegal telah hilang dari sisi jalan Blangkejeren dan sekitarnya atau juga ada rumah yang dijadikan sebagai tempat usaha jualan BBM yang telah tutup dan tanpa penghuni.

Anggota tim gabungan ini meyakini, masih banyak BBM ditimbun pedagang kios pengecer, baik di dalam rumahnya atau juga tempat lainnya, sehingga rawan kebakaran. Namun, dia menegaskan, pihaknya akan terus mengejar para pedagang pengecer ilegal, termasuk menyita BBM yang ditimbun, karena melanggar hukum.

Seperti dilansir sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues (Galus) mulai memperketat penyaluran BBM bersubsidi dari SPBU kepada masyarakat. Tim gabungan juga akan melakukan razia besar-besaran terhadap para pedagag pengecer BBM yang tidak berizin dalam waktu dekat ini, sebagai upaya mencegah penimbunan dan kelangkaan BBM.

Keputusan itu diambil setelah pihak Pemkab Galus yang diwakili Sekdakab Drs Abubakar Djasbi, asisten dan staf ahli bersama TNI Kodim 0113/Galus dan Polres mengelar pertemuan. Para kepala dinas, kantor atau badan dan perwakilan pengelola SPBU, Yani dari Pengkala dan Rita dari SPBU Raklunung. juga hadir di oproom Setdakab, Senin (17/6) pagi.(c40)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
209753 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas