Sabtu, 20 Desember 2014
Serambi Indonesia

Jejak Peradaban Islam di Venezia

Kamis, 20 Juni 2013 10:24 WIB

OLEH SURYA ALFADHLI, alumnus MAN Model Banda Aceh, melaporkan dari Venezia, Italia

ANDA mungkin pernah menyaksikan film The Italian Job atau The Tourist. Film yang dibintangi Angelina Jolie dan aktor Johnny Depp itu menyuguhkan pemandangan kota air yang romantis di bagian utara Italia. Ya, itulah Kota Venezia.

New York Times menggambarkan Venezia sebagai kota paling indah yang dibangun oleh manusia. Times Online menyatakan Venezia sebagai salah satu kota di Eropa yang paling romantis. Unicef pun menobatkan Venesia dan danau-danaunya sebagai warisan dunia.

Baru-baru ini saya berkesempatan mengunjungi Kota Venice atau Venezia yang dikenal dengan gondolanya.  

Venezia adalah kota yang didirikan di atas air. Tak heran bila jalur tranportasi di sini adalah via air. Ke Venezia saya melalui metro San Donato, turun di Centrale, lalu naik ke Stazione Centrale Milano. Selanjutnya dengan tiket berbayar 21 euro saya naik trenitalia Intercity via Verona untuk melanjutkan tiga jam perjalanan ke Venezia.  

Selain terkenal dengan gondola, perahu kecil yang dikayuh oleh seorang gondolier, Venezia juga mempunyai sisi sejarah menarik dari segi hubungannya dengan arsitektur Islam.

Piazza San Marco adalah salah satu bangunan yang arsitekturnya banyak dipengaruhi oleh arsitektur dari zaman Turki Usmani.

Piazza San Marco menjadi tempat yang menarik, karena ia adalah salah satu simbol Kota Venezia. Ciri khas piazza ini adalah menara dengan ketinggian hampir 100 meter. Dari puncak menara ini kita bisa lihat Kota Venezia dengan view 360 derajat. Di sekitar Piazza terdapat lapangan yang sangat luas dan diramaikan oleh ratusan burung dara.

Sejarah mencatat, selain posisinya yang strategis, kota ini memiliki hubungan politik yang sangat kuat dengan Byzantium, Yunani kuno. Ketika Byzantium ingin meningkatkan hubungan dengan kalifah-kalifah Islam mulai abad kedelapan, interaksi Venesia dengan orang-orang muslim juga meningkat.

Banyak ditemukan fakta menarik tentang pengaruh dan keberadaan Islam di Venezia. Tahun 2005 sebuah museum di New York, Amerika Serikat, pernah menggelar pameran berjudul “Venice and the Islamic World, 828-1797”. Pameran ini digelar berdasarkan buku dengan judul yang sama. Si penulis, Stefano Carboni, seorang pengamat dan pakar seni Islam dari Italia dengan gamblang mempertanyakan sebenarnya dari mana datangnya seni dan tatanan Kota Venezia.

Menurutnya, kota ini amat mirip dengan ciri khas kota-kota Islam. Bukan sekadar arsitekturnya, kesenian yang berkembang di kota itu juga banyak mirip dengan kesenian Islam, seperti lukisan, keramik hingga gelas kaca ukir.

Bukan hal yang mengejutkan, kesenian Islam yang kualitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan kesenian Eropa pada masa itu, bertebaran di Venezia. Dari Abad Pertengahan hingga zaman Khalifah Turki Usmani, orang Venezia membeli seni-seni islam, lalu mengadaptasi dan meniru teknik-tekniknya.

Sebenarnya masih sangat banyak lagi bangunan di Venezia yang besar pengaruh arsitekturnya terhadap sejarah Islam masa lampau. Bila kita sedikit menyeberang ke wilayah selatan Italia, kita temukan daerah Sisilia dan Sardinia. Dua kepulauan ini pernah lama berada di bawah kekuasaan Islam. Bangunan-bangunan tua bersejarah di kota-kota seperti Palermo dan Messina tak berhasil menyembunyikan kenyataan yang membuktikan bahwa Islam sudah jauh hari berjaya di Eropa.

Islam dan Eropa adalah pasangan serasi di masa keemasan Islam.

Saya teringat akan syair Imam Syafii dalam diwan Asy-Syafii. “Berkelanalah, akan kau temukan ganti bagi orang-orang yang kau tinggalkan. Dan berjuanglah, karena kenikmatan hidup ada dalam perjuangan.”

Saya coba mengartikan makna syair di atas, dalam perspektif saya tentunya. Ini membuat semakin tinggi minat saya untuk menggali lebih dalam tentang sejarah peradaban Islam dari belahan dunia lain tentunya. Semoga.
[email penulis: suryaalfadhil@gmail.com]

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas