Senin, 22 Desember 2014
Serambi Indonesia

Bupati Aceh Selatan Rombak Kabinet

Rabu, 26 Juni 2013 10:19 WIB

Bupati Aceh Selatan Rombak Kabinet
SERAMBI / TAUFIK ZASS
Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bang TS, sedang melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan Pemkab Aceh Selatan. Mutasi perdana yang berlangsung di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Senin (24/6) sekira pukul 14.57 WIB 17.00 WIB. 

TAPAKTUAN - Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bang TS, mulai melakukan mutasi atau perombakan kabinet di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Mutasi perdana yang berlangsung di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Senin (24/6) sekira pukul 14.57 WIB itu dipimpin langsung oleh Bupati HT Sama Indra. Adapun pejabat yang dilantik dan diambil sumpah di antaranya, 35 pejabat eselon II b dan 137 pejabat eselon III.

Bupati HT Sama Indra dalam sambutanya pada acara pelantikan tersebut menyampaikan, jabatan yang diberikan kepada pejabat eselon II b dan eselon III tersebut merupakan jabatan gratis yang tidak dipungut biaya sepeserpun. Oleh karenannya dia berharap bagi pejabat yang baru dilantik tersebut dapat berlari kencang bersamanya dalam rangka membangun dan mengejar ketertinggalan Aceh Selatan.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan struktural eselon II dan III ini merupakan upaya penyegaran dan promosi jabatan. Jadi saya berharap kepada saudara yang baru dilantik ini untuk benar-benar bekerja maksimal demi menciptakan iklim perubahan Aceh Selatan ke arah yang lebih baik. Siapa yang sanggup berlari bersama bupati maka dia akan maju terus, yang lambat akan tertinggal. Karena saya orang manajemen, bukan orang politik,” paparnya.

Sebelum menggelar mutasi, Senin (24/6/2013) sekira pukul 9.00 WIB, Bupati HT Sama Indra SH menggelar konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Pendopo Bupati setempat. Dalam acara itu bupati menyampaikan rencana mutasi yang berlangsung Senin (24/5) sore. Pada kesempatan itu, Bupati mengatakan, mutasi ini sangat profesional dilakukan, sesuai disiplin ilmu yang dimiliki dan akan sesuaikan dengan fungsi atau bidang di masing-masing.

Menurut Bupati, mutasi ini lebih pada  penyegaran dan promosi. “Ada juga yang kita perbantukan. Kita berharap paradigma selama ini staf ahli hanya untuk menghindari agar tidak turun eselon II, ke depan kita upayakan staf ahli ini benar-benar berfungsi dan kita kawinkan dengan SKPK terkait sesuai bidang tugasnya,” paparnya.

Para pejabat yang dilantik tersebut, tambah Bupati, akan dievaluasi selama enam bulan. Jika jalan di tempat maka pejabat dimaksud akan diganti kembali. “Kepada wartawan saya minta beri masukan selama evaluasi enam bulan itu, Sebab saya berkeinginan ke depan akan menerapkan proses mutasi reguler seperti di perbankan, sehingga pejabat punya semangat kerja tidak terlalu lama bertugas di suatu tempat,” ungkapnya.(tz)

Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas