Senin, 2 Maret 2015

Peserta Syarhil Quran Sindir Pejabat Korup

Kamis, 27 Juni 2013 13:55 WIB

SUBULUSSALAM - “Pejabat korup yang tidak peduli dengan rakyatnya harus minggir dari negeri ini!”  Putri Arifa meneriakkan kalimat itu saat menjadi pensyarah mewakili kafilah Aceh Barat Daya (Abdya) dalam lomba Syarhil Quran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-31 Aceh yang berlangsung di Lapangan Beringin, Kota Subulussalam, Selasa (25/6) malam. 

Tampil bersama dua rekannya (Ulfa Maylisa dan Aulia Rahmah, masing-masing sebagai pembaca tilawah dan sari tilawah), Putri yang masih remaja mengulas materi tentang “Zakat, Solusi Pemberantasan Kemiskinan”.

Menurut Putri, zakat yang seharusnya merupakan kekuatan dahsyat bagi umat Islam untuk menuju kesejahteraan umat, tidak tergarap optimal. Andai potensi ekonomi umat ini tergarap optimal, karena penduduk negeri yang mayoritas muslim ini memiliki kesadaran berzakat yang tinggi, maka tidak mustahil bangsa ini akan jaya.

Jika semua umat muslim menunaikan zakat dan dikelola serta disalurkan secara benar, maka Indonesia akan menjadi negara makmur yang baldatun thayibatun warabbun ghafur (negeri yang subur, makmur, adil, dan aman). Cuma ia ingatkan, apa pun potensi ekonomi umat, seperti zakat, infak, dan sedekah, jangan pula dikorup. Amil zakat harus jujur dan amanah, demikian pejabat publik lainnya.

Sejumlah regu syarhil Quran yang terdiri atas tiga orang, Selasa malam, tampil memukau. Sebagian pensyarah menyindir para pejabat di Indonesia, termasuk di Aceh, yang masih kerap melakukan tindak pidana korupsi, sehingga membuat rakyat makin sengsara.

Selain regu Abdya, pensyarah dari Aceh Timur juga bersuara sama. Malah mereka secara tegas meminta pemimpin Aceh agar bisa memperbaiki karakternya.

Pemimpin, menurut pensyarah dari Aceh Timur, juga harus mempunyai visi hidup terarah serta menjadikan Alquran sebagai solusi untuk menghadapi berbagai problema kehidupan.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas